Berita

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Hidayat Nur Wahid:

Peran BOP dan Kedekatan Prabowo-Trump Harus Bisa Bebaskan WNI

SELASA, 19 MEI 2026 | 17:19 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penangkapan lima warga negara Indonesia oleh Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza mulai menyeret isu kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menilai momentum ini menjadi ujian nyata efektivitas hubungan politik tersebut, terutama setelah kedekatan Prabowo-Trump kerap dikaitkan dengan masuknya Indonesia ke skema Board of Peace (BOP).

Menurut Hidayat, jika selama ini Trump disebut memiliki pengaruh besar terhadap Israel, maka sudah seharusnya WNI yang ditahan bisa dibebaskan.


“Bila anda (Prabowo) memang tulus dengan pujian anda kemarin itu, sekaranglah anda membuktikan bahwa BOP itu memang untuk menghadirkan perdamaian,” kata HNW di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 19 Mei 2026. 

Ia menegaskan, para aktivis dan jurnalis Indonesia tersebut datang bukan untuk memicu konflik, melainkan membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza yang selama ini terdampak blokade dan perang.

Karena itu, politikus senior PKS ini meminta pemerintah memaksimalkan seluruh jalur diplomasi internasional, termasuk melalui Malaysia hingga Amerika Serikat, agar lima WNI tersebut segera dibebaskan.

“Presiden Prabowo yang dipuji-puji oleh Donald Trump, kita memberikan kepercayaan untuk bisa melaksanakan amanah konstitusionalnya untuk melindungi seluruh warga bangsa Indonesia dengan membebaskan warga Indonesia yang diculik oleh Israel,” ujarnya.

HNW juga menepis anggapan bahwa Indonesia tidak bisa berbuat banyak hanya karena tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Ia mencontohkan Malaysia yang juga tidak memiliki hubungan diplomatik, namun berhasil membebaskan warganya pada misi sebelumnya.

“Malaysia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel, tapi bisa melakukan pembebasan terhadap warganya,” ungkapnya.

Sebelumnya, lima WNI diketahui ditahan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla di perairan Siprus menuju Gaza.

Mereka terdiri dari empat jurnalis dan satu aktivis kemanusiaan, yakni Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Thoudy Badai, Rahendro Herubowo, Andre Prasetyo Nugroho, serta jurnalis Republika Bambang Noroyono alias Abeng.


Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya