Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Ekonomi Jepang Kuartal I Tumbuh di Atas Perkiraan

SELASA, 19 MEI 2026 | 11:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ekonomi Jepang mencatat pertumbuhan lebih kuat dari perkiraan pada kuartal pertama 2026. 

Berdasarkan data pemerintah Jepang yang dirilis Selasa, 19 Mei 2026, produk domestik bruto (PDB) tumbuh 2,1 persen secara tahunan, didorong oleh konsumsi domestik yang membaik serta ekspor yang tetap kuat.

Dikutip dari CNBC International, secara kuartalan, ekonomi Jepang tumbuh 0,5 persen pada periode Januari-Maret 2026. Angka ini lebih tinggi dibanding proyeksi analis sebesar 0,4 persen dan lebih baik dari pertumbuhan 0,3 persen pada kuartal sebelumnya.


Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan dampak perang Iran yang pecah pada akhir Februari. Konflik di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak global yang dikhawatirkan dapat menekan perekonomian Jepang dalam beberapa bulan ke depan.

Bank Sentral Jepang (BOJ) bahkan telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun fiskal 2026 menjadi 0,5 persen dari sebelumnya 1 persen. Di sisi lain, proyeksi inflasi inti justru dinaikkan menjadi 2,8 persen dari sebelumnya 1,9 persen.

Dalam pertemuan kebijakan pada 7 Mei lalu, BOJ memperingatkan bahwa lonjakan harga minyak berpotensi menekan keuntungan perusahaan dan mengurangi daya beli masyarakat Jepang. Kondisi ini dinilai dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun.

Kepala ekonom Jepang di Oxford Economics, Shigeto Nagai, mengatakan Jepang berisiko menghadapi kondisi “stagflasi ringan” tahun ini.

“Situasi seperti stagflasi ringan bisa terjadi tahun ini,” kata Shigeto.

Ia menjelaskan bahwa pendapatan riil masyarakat Jepang telah berada di zona negatif dalam beberapa waktu terakhir, sementara inflasi diperkirakan tetap bertahan di atas level 2 persen.

Inflasi Jepang sendiri kembali naik pada Maret 2026 setelah sebelumnya melambat selama lima bulan. Menurut BOJ, kenaikan harga minyak mentah diperkirakan akan terus mendorong kenaikan harga energi dan barang-barang lainnya, seiring perusahaan meneruskan kenaikan biaya produksi ke konsumen.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya