Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Babak Baru Ekonomi Dunia: China-AS Sepakat Turunkan Bea Masuk

SELASA, 19 MEI 2026 | 10:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China mengatakan pihaknya sepakat dengan Amerika Serikat (AS) untuk memangkas sebagian bea masuk dan memperluas perdagangan bilateral setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan lalu.

Kementerian Perdagangan China menyebut kedua negara akan mengurangi tarif pada sejumlah produk tertentu serta memperluas kerja sama perdagangan, terutama di sektor pertanian. Meski demikian, rincian produk yang akan mendapat pengurangan tarif masih dalam tahap negosiasi.

Dalam keterangannya, pemerintah China menilai hasil pembicaraan itu menunjukkan bahwa persoalan perdagangan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kerja sama.


“Kedua negara dapat menemukan solusi atas permasalahan melalui dialog dan kerja sama,” kata Kementerian Perdagangan China, dikutip dari Chronicle, Selasa 19 Mei 2026.

Pertemuan Trump dan Xi berlangsung selama dua hari di Beijing dan menjadi kunjungan presiden AS pertama ke China dalam hampir satu dekade. Selain isu perdagangan, keduanya juga membahas Taiwan hingga konflik Iran. Namun Trump menegaskan tarif bukan topik utama dalam pembicaraan tersebut.

“Kami tidak membahas tarif. Mereka membayar tarif yang cukup besar, tetapi kami tidak membahasnya,” ujar Trump kepada wartawan di Air Force One.

Pemerintah China juga mengonfirmasi rencana pembelian pesawat buatan AS, meski belum menyebut jumlah maupun mereknya. Sebelumnya Trump mengatakan China akan membeli sekitar 200 pesawat besar dari AS. Sejumlah petinggi perusahaan seperti Boeing dan GE Aerospace turut hadir dalam rombongan delegasi AS ke Beijing.

Selain itu, China menyatakan akan menanggapi kekhawatiran AS terkait izin impor daging sapi dan unggas. Sebaliknya, Beijing juga meminta Washington melonggarkan hambatan terhadap produk susu, hasil laut, dan tanaman hias asal China.

Kedua negara juga sepakat membentuk dewan perdagangan dan investasi untuk membahas hambatan dagang ke depan. Meski hubungan mulai mencair, para ekonom masih mengingatkan risiko perang dagang tetap ada apabila AS kembali menerapkan tarif balasan terhadap produk-produk asal China.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya