Presiden Prabowo Subianto, saat diwawancarai dengan para jurnalis senior di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. (Foto: Istimewa)
Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) mendorong Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah konkret terkait dugaan penahanan empat jurnalis Indonesia oleh Tentara Zionis Israel saat menjalankan tugas kemanusiaan.
Ketua Umum KPP DEM, Achmad Satryo Yudhantoko, mengatakan Presiden sebagai pemimpin negara demokratis sepatutnya menunjukkan kepedulian dan menghadirkan solusi nyata bagi insan pers yang menjalankan tugas peliputan, termasuk di wilayah konflik.
Menurut Satryo, pihaknya terus memantau dan mengumpulkan informasi terkait rombongan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, yang di dalamnya terdapat empat jurnalis Indonesia.
“Kami turut prihatin kepada keluarga rekan-rekan kami, yang di antaranya juga senior kami di lapangan. Kami mendorong agar Presiden segera mengambil sikap dan memberikan keterangan kepada keluarga korban agar lebih tenang menghadapi situasi ini,” ujar Satryo dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 19 Mei 2026.
Jurnalis Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL itu mengungkapkan, empat jurnalis yang dikabarkan ditahan Israel adalah Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai Rifan dari Republika, Rahendro Herubowo dari iNews, serta Andre Prasetyo dari Tempo.
Satryo mengatakan, salah satu keluarga Bambang Noroyono sempat kehilangan kontak beberapa hari setelah yang bersangkutan berada di wilayah konflik.
“Bang Abeng kabarnya juga sempat menyiapkan sebuah video untuk mengantisipasi jika hal-hal yang dikhawatirkannya terjadi. Jadi itu bisa menjadi titik awal pencarian kawan-kawan,” ujarnya.
Peraih Anugerah Konstitusi 2023 itu menegaskan, pers sebagai pilar keempat demokrasi memiliki peran penting dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia.
“Presiden Prabowo kami harap dapat menyelamatkan kawan-kawan kami yang kabarnya ditahan oleh tentara IDF Zionis Israel,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal KPP DEM, Nopri Agustian, menilai Israel telah berulang kali memunculkan persoalan kemanusiaan yang berdampak pada Indonesia.
Ia menyinggung insiden penahanan jurnalis Indonesia serta serangan terhadap personel TNI yang bertugas dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
“Ini sudah kedua kalinya Zionis Israel mengganggu misi perdamaian dan langsung menyentuh warga negara Indonesia. Presiden seharusnya tidak tinggal diam,” ujar Nopri.
Lebih lanjut, Nopri meyakini Presiden Prabowo akan segera menyampaikan sikap resmi untuk memastikan keselamatan para jurnalis Indonesia tersebut.
“Semoga dalam waktu dekat Presiden akan menyampaikan kebijakan yang akan diambil demi keselamatan rekan-rekan penjaga demokrasi dan hak asasi manusia,” pungkasnya.