Berita

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, saat membuka Temu Nasional Pondok Pesantren yang diikuti lebih dari 250 pengasuh pondok pesantren se-Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat. (Foto: RMOL)

Politik

PKB Inisiasi Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual

SENIN, 18 MEI 2026 | 22:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kekerasan seksual di lingkungan pendidikan termasuk pesantren harus segera dihentikan dan ditangani secara serius oleh seluruh pihak.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, saat menghadiri sekaligus membuka Temu Nasional Pondok Pesantren yang diikuti lebih dari 250 pengasuh pondok pesantren se-Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Cak Imin mengaku prihatin atas munculnya kasus kekerasan seksual yang menyeret nama pesantren. Ia menegaskan, pelaku yang mengatasnamakan kiai maupun pesantren tidak lagi mencerminkan nilai dan keadaban pesantren.


“Saya sangat prihatin, bersedih, dan tidak diam. Segelintir pesantren mencemarkan nama baik pesantren-pesantren lain yang tidak pernah punya rekam jejak negatif,” ujarnya, Senin malam, 18 Mei 2026.

Ia menegaskan pihak yang terlibat dalam kasus kekerasan seksual tidak pantas disebut sebagai kiai maupun representasi pesantren. 

“Kasus-kasus terakhir, siapa pun dia, sudah keluar dari keadaban pesantren. Yang saya sebut bukan kiai, bukan pesantren,” tegasnya.

Muhaimin yang juga menjabat Menko Pemberdayaan Masyarakat itu menyebut PKB tidak akan tinggal diam dan akan terus bergerak membentengi pesantren melalui langkah pencegahan dan pembenahan sistem pendidikan.

Menurutnya, langkah pertama adalah memastikan tidak ada lagi kekerasan terjadi di lingkungan pendidikan, khususnya pesantren. Langkah kedua adalah memperkuat pendidikan mengenai hak-hak pribadi dan hak tubuh bagi siswa maupun santri.

Ia menilai pendidikan mengenai hak tubuh penting diberikan sejak dini agar anak-anak memahami batasan terhadap tubuh mereka dan mampu mencegah tindakan kekerasan seksual. “Di beberapa negara, sejak TK sudah diajari hak-hak tubuh yang tidak boleh disentuh oleh siapa pun,” katanya.

Karena itu, Muhaimin meminta para kepala daerah, mulai dari bupati hingga wali kota, untuk mengumpulkan seluruh pengelola lembaga pendidikan dan mewajibkan orientasi hak tubuh bagi peserta didik.

Selain itu, ia mengapresiasi langkah Perempuan Bangsa yang dipimpin Nihayatul Wafiroj karena telah mendorong gerakan pesantren melawan segala bentuk kekerasan, terutama kekerasan seksual. Menurutnya, gerakan tersebut penting untuk menjaga marwah pesantren dan nilai-nilai luhur yang tercoreng akibat ulah segelintir “dukun cabul”.

“Gerakan pesantren untuk menghentikan segala bentuk kekerasan, terutama kekerasan seksual. Gerakan pesantren untuk menjaga marwah kebaikan dan keluhuran nilai-nilai yang tercemar oleh segelintir dukun cabul,” ujarnya.

Muhaimin juga meminta dukungan para kiai, ulama, Kementerian Agama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kepolisian, serta pemerintah daerah agar gerakan tersebut menjadi gerakan nasional di seluruh lembaga pendidikan, termasuk kampus. Ia turut menyoroti perlunya langkah cepat aparat penegak hukum dalam menangani kasus kekerasan seksual.

“Hukuman sekeras-kerasnya. Saya minta pihak kepolisian benar-benar respons cepat karena ini sudah darurat kekerasan,” tegasnya.

Ia juga meminta aparat melakukan deteksi dini dan langkah antisipatif agar masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri terhadap pelaku. “Kepala daerah jangan diam. Mari bergerak,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya