Berita

Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Misbakhun: Pelemahan Rupiah Sudah Tekan Industri dan Impor

SENIN, 18 MEI 2026 | 17:35 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pelemahan rupiah yang terus terjadi dinilai mulai memberi tekanan berat terhadap aktivitas impor dan industri nasional yang masih bergantung pada bahan baku luar negeri.

Ketua Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun mengatakan, kondisi nilai tukar saat ini berpotensi memicu tekanan lanjutan terhadap harga barang dan inflasi.

“Nilai tukar rupiah yang saat ini itu memberikan tekanan yang berat kepada impor. Transmisi pembelian impor ini akan dikhawatirkan mempengaruhi inflasi kita,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.


Menurutnya, dampak pelemahan rupiah tidak hanya dirasakan pemerintah dalam impor energi seperti BBM dan LPG, tetapi juga sektor industri swasta yang masih mengandalkan bahan baku impor untuk produksi.

“Pihak swasta yang menggantungkan sebagian bahan baku produksi mereka kepada impor. Contohnya plastik,” ujarnya.

Ia menyebut tekanan kurs membuat sejumlah produsen mulai mencari alternatif bahan baku lain demi menekan biaya produksi.

“Plastik sekarang karena tekanan nilai tukar, maka para produsen plastik mencari alternatif bagaimana mencari bahan baku pengganti,” bebernya.

Karena itu, Komisi XI meminta Bank Indonesia segera mengambil langkah stabilisasi yang lebih terukur untuk mengembalikan rupiah mendekati asumsi makro APBN 2026 di level Rp16.500 per Dolar AS.

“Kita meminta kepada Bank Indonesia melakukan langkah-langkah yang sungguh-sungguh bagaimana melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah,” tandas Misbakhun.


Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya