Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Serpres)

Politik

Pernyataan Prabowo soal Dolar Justru Nasionalis

SENIN, 18 MEI 2026 | 17:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat desa tidak pakai dolar AS sehingga tidak terdampak langsung oleh penguatan mata uang tersebut ditanggapi analis komunikasi politik Hendri Satrio.

Menurut sosok yang akrab disapa Hensa itu, pernyataan tersebut sebagai bentuk komunikasi yang nasionalis di mana Prabowo ingin menyampaikan pesan bahwa mayoritas rakyat Indonesia, khususnya di pedesaan, hidup dengan ekonomi rupiah sehingga kebijakan pemerintah harus lebih berpihak pada ketahanan dalam negeri.

"Dari sisi komunikasi publik, ini nasionalis, pernyataan ini efektif untuk membangun narasi bahwa pemerintah memahami dan dekat dengan kehidupan masyarakat bawah. Ini cara nasionalis untuk menenangkan khawatir publik soal fluktuasi dolar, sekaligus mengajak fokus pada produksi dalam negeri," ujar Hensa, Senin, 18 Mei 2026.


Hensa menambahkan pendekatan komunikasi semacam ini memang sering digunakan untuk menyederhanakan isu ekonomi yang kompleks agar lebih mudah dipahami kalangan akar rumput. 

Namun penyederhanaan tersebut juga berisiko jika tidak diimbangi dengan penjelasan yang lebih lengkap mengenai dampak ekonomi secara keseluruhan.

"Secara politik, ini bisa dibilang cerdas karena menyentuh emosi nasionalisme dan kedekatan dengan rakyat kecil. Tapi dari sisi edukasi publik, pernyataan ini perlu dilengkapi data lebih detail agar tidak menimbulkan kesalahpahaman bahwa fluktuasi dolar hanya masalah kota besar saja," kata Hensa.

Menurut Hensa, narasi yang dekat dengan rakyat tetap penting, namun harus dibarengi penjelasan yang komprehensif supaya tidak memunculkan persepsi keliru di tengah masyarakat.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya