Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bitcoin Terkoreksi ke Level 76.800 Dolar AS

SENIN, 18 MEI 2026 | 14:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin melemah 1,46 persen dan berada di level 76.844 Dolar AS, menurut data CoinMarketCap Senin, 18 Mei 2026.

Penurunan terjadi seiring aksi jual yang melanda pasar global akibat meningkatnya kekhawatiran geopolitik. Pergerakan Bitcoin juga tercatat memiliki korelasi cukup kuat dengan emas, yakni 54,56 persen, yang menunjukkan keduanya sama-sama dipengaruhi sentimen makro global.

Tekanan pasar mulai meningkat pada Minggu malam, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan kepada Iran. Situasi tersebut memicu aksi “risk-off” atau penghindaran risiko di pasar keuangan. Akibatnya, Bitcoin, sejumlah altcoin utama, hingga kontrak berjangka saham AS mengalami penurunan secara bersamaan.


Penurunan harga yang terjadi kemudian memicu likuidasi besar-besaran pada posisi beli atau long yang menggunakan leverage tinggi. Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi posisi long mencapai 584,38 juta Dolar AS. Dari jumlah tersebut, Bitcoin menyumbang sekitar 180,89 juta Dolar AS.

Kondisi ini menunjukkan banyak trader yang sebelumnya bertaruh harga Bitcoin akan terus naik akhirnya terpaksa menutup posisi mereka karena tekanan pasar yang terlalu besar.

Untuk jangka pendek, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada level support 76.000 Dolar AS. Analis kripto Michael van de Poppe menyebut level tersebut menjadi area penting yang perlu dipertahankan Bitcoin agar tekanan jual tidak semakin dalam.

Selain faktor geopolitik, pasar juga menunggu rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 20 Mei. Dokumen tersebut dinilai penting karena dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed ke depan. Jika nada kebijakan masih cenderung ketat, aset berisiko seperti kripto berpotensi kembali tertekan.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya