Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

SENIN, 18 MEI 2026 | 09:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Memasuki pembukaan pasar di awal pekan, indeks Dolar AS (DXY) terpantau masih kokoh bertahan di area 99,26, mempertahankan posisinya di level tertinggi dalam sebulan terakhir. 

Ketangguhan greenback pagi ini merupakan kelanjutan langsung dari reli masif pada penutupan Jumat pekan lalu, di mana DXY melesat 0,32 persen ke level 99,27 dan membukukan keuntungan mingguan lebih dari 1 persen

Sikap perkasa mata uang paman Sam ini dipicu oleh kepanikan pasar global terhadap hantu inflasi baru dan perubahan drastis peta kebijakan The Fed.


Berikut adalah tiga motor utama yang menyeret dolar ke puncak tertingginya sejak akhir pekan lalu:

1. Efek Domino Konflik Iran & Pasokan Selat Hormuz

Pasar masih terguncang oleh lonjakan harga minyak mentah akibat konflik Iran yang menyumbat jalur logistik vital di Selat Hormuz. Imbasnya, data April mencatatkan lonjakan inflasi grosir (PPI) AS tercepat sejak 2022 dan inflasi konsumen (CPI) tertinggi sejak 2023. Guncangan energi ini langsung menerbangkan imbal hasil (yield) US Treasury 10-tahun ke angka 4,599 persen, rekor tertinggi dalam setahun.

2. Skenario Suku Bunga Berbalik: Dari "Cut" Menjadi "Hike"

Daya beli masyarakat AS terbukti masih sangat tangguh meski penjualan ritel sedikit melambat. Kombinasi inflasi yang memanas dan ekonomi yang kuat membuat pasar kini sepenuhnya menghapus peluang pemangkasan suku bunga Fed tahun ini. Sebaliknya, para trader kini mulai bertaruh hampir 50 persen bahwa The Fed justru akan menaikkan suku bunga pada Desember mendatang.

3. Hubungan AS-China Memanas di Tengah Isu Taiwan

Selain faktor Timur Tengah, pelaku pasar global memilih mengamankan aset ke Dolar AS (safe haven) setelah pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tidak membuahkan kesepakatan besar. Terlebih, Presiden Xi secara terbuka memperingatkan bahwa isu Taiwan bisa memicu benturan langsung antara dua raksasa ekonomi dunia tersebut.

Keperkasaan Dolar AS pekan lalu sukses merontokkan mata uang utama dunia. Euro, Yen, dan Poundsterling kompak melemah secara global, di mana Poundsterling bahkan harus rela mencatatkan penurunan mingguan terdalamnya sejak November 2024.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Prabowo Tetap Hadiri Peluncuran Buku Bahlil Meski Sedang Flu

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:26

KPK Panggil Pengelola Wisma Atlet Buntut Kasus Korupsi Bea Cukai

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:23

Sudaryono Diyakini Mampu Benahi Tata Kelola Program MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:20

Jangan Cepat Puas, Pengangguran Turun tapi Kualitas Pekerjaan Masih jadi PR

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:14

KPK Panggil Petinggi PAN Rejang Lebong di Pengembangan Kasus Bengkulu

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:04

Belum Ada Rencana Reshuffle, Istana Utamakan Isi Jabatan yang Kosong

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:54

BPK: Opini WTP Bukan Tujuan Akhir, Tata Kelola Harus Terus Diperkuat

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:42

Spoiler One Piece Chapter 1190: Duel Gaban vs Imu Memanas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:22

Istana Benarkan Destry Damayanti Masuk Bursa Gubernur BI

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:17

Daftar Harga Pertamax Terbaru di SPBU Pertamina Seluruh Indonesia

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya