Berita

Bendera Amerika Serikat (AS) dan China. (Foto: Istimewa)

Politik

Ketidakpercayaan AS terhadap China Sangat Tinggi

SENIN, 18 MEI 2026 | 00:45 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sikap ekstrem delegasi Amerika Serikat (AS) yang membuang seluruh barang pemberian dari pihak China dibuang sebelum menaiki Air Force One.
mencerminkan tingkat ketidakpercayaan yang sangat dalam terhadap Negeri Tirai Bambu.

Demikian dikatakan pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, dikutip Minggu 17 Mei 2026. 

Menurut Amir, kondisi tersebut menggambarkan bahwa hubungan kedua negara adidaya saat ini berada dalam situasi “cold war modern”.

Menurut Amir, kondisi tersebut menggambarkan bahwa hubungan kedua negara adidaya saat ini berada dalam situasi “cold war modern”.

“Kalau pada era Perang Dingin dulu fokusnya senjata nuklir dan ideologi, sekarang perang berlangsung dalam bentuk teknologi, data, kecerdasan buatan, semikonduktor, cyber warfare, dan penguasaan rantai pasok global,” kata Amir.

Amir menyebut China saat ini dianggap AS sebagai satu-satunya kekuatan yang mampu menyaingi dominasi global Washington dalam jangka panjang. Karena itu, pendekatan keamanan terhadap Beijing menjadi sangat ketat.

“Amerika melihat China bukan ancaman regional biasa. Mereka melihat Beijing sebagai calon pengganti hegemoni global AS,” kata Amir.

Lebih jauh, Amir menilai insiden ini memperlihatkan bahwa diplomasi tingkat tinggi saat ini sudah sangat dipengaruhi pertimbangan intelijen dan keamanan siber.

“Diplomasi modern sekarang dikendalikan oleh aparat keamanan nasional. Bahkan gesture simbolik seperti hadiah pun diperlakukan sebagai potensi ancaman,” pungkas Amir.

Diketahui, di tengah kunjungan kenegaraan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pada 13-15 Mei 2026, muncul fakta mengejutkan bahwa seluruh barang pemberian dari pihak China dibuang oleh delegasi Amerika sebelum menaiki Air Force One.

Laporan itu diungkap Koresponden Gedung Putih New York Post, Emily Goodin, melalui akun X miliknya. Ia menyebut staf keamanan AS memerintahkan seluruh rombongan, termasuk jurnalis, untuk tidak membawa satu pun barang asal China ke dalam pesawat kepresidenan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya