Berita

Suasana IKN. (Foto: Otorita IKN)

Politik

Siapa yang Mau Pindah ke IKN?

JUMAT, 15 MEI 2026 | 14:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Adi Prayitno mempertanyakan keseriusan pemindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur lantaran hingga kini belum terlihat tanda-tanda pejabat tinggi negara akan pindah ke sana.

Menurut Adi, meskipun pembangunan IKN telah memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang dan menghabiskan anggaran negara hingga triliunan rupiah, publik masih melihat minimnya kesiapan elite pemerintahan untuk berkantor di ibu kota baru tersebut.

“Setelah IKN ada undang-undangnya, infrastruktur mulai dibangun, bahkan duit yang digunakan dalam membangun IKN dari APBN jumlahnya triliunan, publik menilai kok rasa-rasanya tidak ada satupun pejabat pemerintah, pejabat negara yang mau pindah ke IKN,” ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Jumat, 15 Mei 2026.


Ia menyoroti belum adanya kepastian mengenai pejabat tinggi negara yang akan mulai berkantor di IKN, termasuk dari unsur eksekutif maupun legislatif. Adi juga menilai belum ada indikasi dari kalangan DPR RI untuk memindahkan aktivitas legislatif ke Kalimantan Timur.

“Rasa-rasanya sampai tahun ini belum ada hilal yang terang benderang yang bisa dijadikan acuan misalnya Wakil Presiden akan berkantor di IKN,” katanya.

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia itu, polemik IKN saat ini tidak hanya soal menunggu Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemindahan ibu kota negara, tetapi juga menyangkut siapa yang benar-benar siap pindah dan menjalankan pemerintahan dari sana.

“Pertanyaannya siapa yang mau pindah ke IKN? Per hari ini tidak ada pejabat negara yang punya indikasi ingin memulai pindah ke sana,” ujarnya.

Adi mengakui kemungkinan aparatur sipil negara (ASN) sudah mulai dipersiapkan untuk pindah ke IKN. Namun, ia menilai elite-elite kunci pemerintahan justru belum menunjukkan sinyal serupa.

“Mungkin ASN sudah dipersiapkan pindah ke sana seperti yang kita baca di berita, tapi untuk elite kunci belum ada tanda-tanda ke situ,” katanya.

Karena itu, Adi menilai publik mulai mempertanyakan urgensi melanjutkan narasi pembangunan IKN apabila para pejabat negara sendiri belum menunjukkan keinginan untuk berkantor di sana.

“Maka publik banyak bicara, untuk apa terus bicara tentang pembangunan IKN kalau rasa-rasanya semua pejabat eksekutif, legislatif dan yang sederajat tidak mau pindah ke IKN,” pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya