Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Indeks DXY Melaju ke 98,83, Dolar AS Cetak Penguatan Harian Terpanjang

JUMAT, 15 MEI 2026 | 07:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar AS di pasar mata uang New York melanjutkan penguatan untuk hari keempat berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis, 14 Mei 2026. 

Penguatan ini, didorong oleh rilis data ekonomi yang memperkuat prospek suku bunga tinggi Federal Reserve. 

Indeks Dolar (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,37 persen ke posisi 98,83, menandai jalur penguatan harian terpanjang sejak akhir Maret.


Sentimen positif didukung oleh data penjualan ritel AS yang tumbuh 0,5 persen serta kondisi pasar tenaga kerja yang tetap stabil dengan klaim pengangguran di angka 211.000. Namun, lonjakan harga impor sebesar 1,9 persen, terbesar dalam empat tahun akibat kenaikan harga bahan bakar, memicu kekhawatiran inflasi baru. 

Kondisi ini membuat pasar mulai menghapus ekspektasi pemangkasan bunga tahun ini, bahkan spekulasi kenaikan suku bunga pada Desember 2026 berdasarkan FedWatch Tool meningkat menjadi 36,9 persen.

Di pasar valas, penguatan Dolar menekan mata uang lain secara signifikan. 

Euro melemah 0,29 persen ke posisi 1,1676 Dolar AS, sementara Poundsterling Inggris merosot tajam 0,94 persen menjadi 1,3395 Dolar AS akibat ketidakpastian politik domestik. 

Terhadap Yen Jepang, Dolar AS menguat 0,22 persen ke level 158,19 di tengah spekulasi kebijakan ketat Bank of Japan. 

Meski ada ketegangan geopolitik terkait Taiwan dan Selat Hormuz, Dolar tetap stabil di angka 6,786 versus Yuan China pasar offshore, seiring pemantauan investor terhadap KTT Trump-Xi Jinping.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya