Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Ketua Baru The Fed Terpilih, Pasar Nantikan Gebrakan Baru

KAMIS, 14 MEI 2026 | 07:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Senat Amerika Serikat resmi mengukuhkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) pada Rabu, 13 Mei 2026 waktu setempat, menggantikan Jerome Powell.

Pengesahan Warsh berlangsung ketat dengan hasil pemungutan suara 54 berbanding 45, menjadikannya salah satu proses persetujuan paling sengit dalam sejarah modern bank sentral AS. Hampir seluruh senator memilih mengikuti garis partai, dengan hanya Senator Demokrat Pennsylvania, John Fetterman, yang mendukung Warsh.

Penunjukan Warsh menjadi perhatian besar karena terjadi di tengah tekanan Presiden AS Donald Trump yang selama ini mendorong penurunan suku bunga. Trump sebelumnya kerap mengkritik Powell karena dianggap terlalu agresif menjaga kebijakan moneter ketat.


Namun, kondisi ekonomi terbaru justru membuat peluang pemangkasan suku bunga semakin terbatas. Data inflasi AS menunjukkan kenaikan harga masih jauh di atas target 2 persen The Fed. Tekanan biaya pembangunan infrastruktur juga tercatat mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.

Situasi tersebut membuat pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga tahun ini. Bahkan, sebagian analis mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga kembali pada akhir 2026.

Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, menyambut positif pengesahan Warsh.

“Pengesahan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya merupakan langkah penting untuk memulihkan akuntabilitas, kompetensi, dan kepercayaan dalam pengambilan keputusan The Fed,” kata Desai, dikutip dari [CNBC](https://www.cnbc.com?utm_source=chatgpt.com).

Sementara itu, anggota DPR AS dari Partai Republik, French Hill, menilai Warsh memiliki rekam jejak kuat dalam menghadapi inflasi.

“Warsh berulang kali menekankan pentingnya menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga sebagai pusat agenda ekonomi,” ujar Hill.

Warsh bukan sosok baru di The Fed. Ia pernah menjabat sebagai gubernur bank sentral AS pada 2006-2011, termasuk saat krisis finansial global akibat runtuhnya pasar subprime mortgage. Pada periode tersebut, The Fed menjalankan kebijakan quantitative easing (QE) secara besar-besaran untuk menopang ekonomi AS.

Meski terlibat dalam masa krisis itu, Warsh dikenal sebagai salah satu pejabat yang menganggap program QE dilakukan terlalu agresif.

Setelah meninggalkan The Fed, Warsh kerap mengkritik arah kebijakan moneter bank sentral AS

Di luar dunia kebijakan moneter, Warsh juga aktif mengajar di Stanford Graduate School of Business serta duduk di sejumlah dewan direksi perusahaan.

Warsh akan menggantikan Stephen Miran di dewan gubernur The Fed. Miran sebelumnya dikenal sebagai pejabat yang konsisten mendukung pemangkasan suku bunga lebih agresif dibanding mayoritas anggota Federal Open Market Committee (FOMC).

Rapat pertama Warsh sebagai ketua FOMC dijadwalkan berlangsung pada 16-17 Juni mendatang. Pasar global kini menanti arah kebijakan moneter AS di bawah kepemimpinannya, terutama terkait suku bunga dan pengendalian inflasi.

Selain itu, Warsh juga disebut sebagai ketua The Fed terkaya dalam sejarah modern, dengan total kekayaan diperkirakan melebihi 100 juta dolar AS. Sesuai aturan etika terbaru The Fed, ia diwajibkan melepas sejumlah investasi pribadinya guna menghindari konflik kepentingan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya