Berita

Menlu Singapura Vivian Balakrishnan dan Menlu RI Sugiono (Foto: Bakom RI)

Global

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

RABU, 13 MEI 2026 | 09:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Singapura mengusulkan pembaruan kerja sama segitiga ekonomi Singapura-Johor-Riau (Sijori) bersama Indonesia dan Malaysia sebagai langkah strategis memperkuat investasi, konektivitas, serta pengembangan ekonomi digital dan hijau di kawasan Asia Tenggara.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menegaskan, konsep Sijori yang pernah menjadi motor pertumbuhan ekonomi regional dinilai masih sangat relevan untuk menjawab tantangan baru, terutama dalam memperkuat integrasi ekonomi ASEAN di tengah persaingan global yang semakin ketat.

“Kami juga sedang mencari peluang agar Singapura dan Indonesia bisa bekerja lebih erat bersama Malaysia, misalnya melalui pembaruan kerja sama Singapore-Johor-Riau Island yang dulu kami sebut sebagai Sijori,” ujar Vivian usai mengikuti pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.


Menurut Vivian, penguatan konektivitas melalui infrastruktur fisik, jaringan fiber optik, sektor energi, hingga proyek ekonomi digital menjadi fondasi penting untuk meningkatkan nilai tambah kawasan. 

Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah proyek bilateral seperti Nongsa Digital Park di Batam dan Kendal Industrial Park di Jawa Tengah yang terus berkembang positif.

“Kami memiliki proyek bilateral seperti Nongsa Digital Park di Batam dan Kendal Industrial Park di Jawa Tengah. Proyek-proyek ini terus berkembang dengan baik dan kami juga melihat prospek pertumbuhan yang sangat baik, terutama di sektor ekonomi digital dan ekonomi hijau,” kata dia.

Vivian juga menyoroti besarnya potensi Indonesia di sektor energi terbarukan, mulai dari tenaga surya, panas bumi, hingga hidroelektrik. 

Menurutnya, kekuatan sumber daya Indonesia dapat berpadu dengan posisi Singapura sebagai pusat teknologi dan pembiayaan regional untuk menciptakan sinergi ekonomi yang lebih besar.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di sektor energi, baik tenaga surya, panas bumi, maupun hidroelektrik. Bahkan saya melihat Indonesia sebagai negara adidaya di sektor energi,” ucapnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya