Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Wall Street Variatif Dipicu Kenaikan Inflasi AS

RABU, 13 MEI 2026 | 08:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL.  Indeks saham Amerika Serikat ditutup bervariasi di tengah kekhawatiran investor terhadap kenaikan inflasi AS serta memanasnya kembali ketegangan dengan Iran. 

Dikutip dari Reuters, Rabu 13 Mei 2026, indeks Dow Jones naik 56,09 poin atau 0,11 persen ke level 49.760,56. Sebaliknya, S&P 500 turun 0,16 persen ke 7.400,96 dan Nasdaq anjlok 0,71 persen ke 26.088,20 akibat tekanan besar pada saham-saham teknologi.

Pelaku pasar mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko setelah data inflasi AS bulan April tercatat lebih tinggi dari perkiraan analis. Kenaikan harga energi akibat konflik Iran turut memperburuk tekanan inflasi, terutama setelah gangguan pasokan minyak dari kawasan Selat Hormuz.


Meski terkoreksi, S&P 500 dan Nasdaq masih berada dekat rekor tertinggi sepanjang masa. Investor kini mulai mengalihkan perhatian dari musim laporan keuangan ke isu valuasi saham, kondisi ekonomi makro, serta perkembangan geopolitik global.

Sektor teknologi menjadi penekan terbesar pasar. Indeks semikonduktor PHLX Semiconductor sempat turun hingga 3 persen, walaupun secara tahunan masih melonjak lebih dari 65 persen berkat antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI).

CEO InfraCap sekaligus manajer portofolio, Jay Hatfield, mengatakan pasar kemungkinan bergerak mendatar setelah euforia musim laporan keuangan mulai mereda dan investor kembali dihantui kekhawatiran inflasi serta geopolitik.

Menurutnya, inflasi akan sulit turun selama harga minyak masih tinggi. Ia juga menilai peluang pemangkasan suku bunga The Fed semakin kecil akibat tekanan inflasi yang terus meningkat.

Pasar bahkan mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember naik menjadi 30,5 persen, dari sebelumnya 21,5 persen.

Di sisi geopolitik, perang Iran yang telah memasuki pekan ke-11 belum menunjukkan tanda mereda. Presiden AS Donald Trump menyebut kondisi gencatan senjata dengan Iran berada dalam “situasi kritis” setelah Teheran menolak proposal damai dari Washington.

Trump juga dijadwalkan melakukan perjalanan ke Beijing pekan ini untuk bertemu Presiden China Xi Jinping. Pertemuan tersebut akan membahas tarif perdagangan, bantuan militer AS untuk Taiwan, peran China dalam konflik Iran, hingga kerja sama logam tanah jarang.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya