Berita

Ilustrasi (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Times Now)

Global

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

SELASA, 12 MEI 2026 | 13:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Uni Emirat Arab (UEA) diduga melakukan serangan militer rahasia ke wilayah Iran saat konflik kawasan Timur Tengah memanas. 

Menurut laporan dari Wall Street Journal, salah satu serangan disebut menargetkan kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, pada awal April 2026 hingga memicu kebakaran besar dan melumpuhkan sebagian kapasitas produksi fasilitas tersebut.

Disebutkan bahwa serangan itu terjadi berdekatan dengan pengumuman gencatan senjata oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Meski pemerintah UEA belum mengakui keterlibatan mereka secara terbuka, Abu Dhabi juga tidak membantah laporan tersebut. 
Pemerintah UEA hanya menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk merespons tindakan permusuhan, termasuk melalui jalur militer.

Pemerintah UEA hanya menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk merespons tindakan permusuhan, termasuk melalui jalur militer.
Saat serangan terjadi, Iran mengaku fasilitas minyak mereka terkena serangan musuh. Sebagai balasan, Teheran dilaporkan meluncurkan rudal dan drone ke arah UEA dan Kuwait.

Sumber yang dikutip Wall Street Journal menyebut Washington tidak mempermasalahkan aksi UEA karena gencatan senjata saat itu belum resmi berlaku. Bahkan, Gedung Putih disebut diam-diam menyambut keterlibatan UEA dan negara-negara Teluk lain yang bersedia membantu menghadapi Iran.

Kementerian Luar Negeri UEA sendiri menolak memberikan komentar langsung terkait dugaan serangan tersebut. Namun mereka merujuk pada pernyataan sebelumnya bahwa UEA berhak mengambil langkah pertahanan terhadap ancaman yang dianggap membahayakan negaranya.

Jika laporan ini benar, maka keterlibatan UEA menjadi perkembangan besar dalam konflik kawasan. Selama ini, UEA dikenal berusaha menjaga keseimbangan hubungan dengan AS dan Israel, sambil tetap mempertahankan hubungan ekonomi dan diplomatik dengan Iran.

Laporan itu juga muncul di tengah klaim bahwa Israel telah menempatkan sistem pertahanan udara di wilayah UEA, termasuk sistem Iron Dome dan Iron Beam, untuk membantu menghadapi ancaman serangan Iran.

Sejak perang dimulai, UEA disebut telah menghitung lebih dari 550 rudal balistik, puluhan rudal jelajah, dan lebih dari 2.260 drone yang diluncurkan Iran ke kawasan tersebut.

Serangan terhadap fasilitas energi seperti kilang minyak Pulau Lavan juga meningkatkan kekhawatiran pasar global. Infrastruktur energi di Teluk Persia kini menjadi target penting dalam konflik, sehingga memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dunia dan keamanan jalur pelayaran internasional.

Bagi AS, keterlibatan UEA dianggap memberi keuntungan strategis karena menunjukkan bahwa sekutu Washington di kawasan Teluk siap menghadapi Iran. Di sisi lain, UEA juga bisa menghindari tekanan internasional karena tidak secara terbuka mengakui operasi militernya.

Namun bagi Iran, pesan yang muncul cukup jelas: konflik tidak lagi hanya melibatkan Iran, Israel, dan AS. Jika laporan Wall Street Journal akurat, maka salah satu negara Teluk terpenting kini disebut telah ikut terlibat langsung dalam perang melawan Teheran.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya