Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Purbaya Siap Masuk Bond Market Buntut Rupiah Jebol Rp17.500 per Dolar AS

SELASA, 12 MEI 2026 | 12:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah menyiapkan intervensi di pasar obligasi menyusul anjloknya nilai tukar rupiah hingga menembus Rp17.515 per dolar AS pada perdagangan Selasa 12 Mei 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, langkah stabilisasi akan dilakukan melalui skema Bond Stabilization Fund (BSF) guna menahan lonjakan imbal hasil (yield) surat utang negara sekaligus meredam tekanan terhadap rupiah.

Melalui instrumen tersebut, pemerintah dapat melakukan pembelian kembali Surat Berharga Negara (SBN) di pasar saat tekanan jual meningkat. Langkah buyback bond itu dilakukan agar yield obligasi tidak melonjak terlalu tinggi dan memicu arus keluar investor asing.


“Besok kita akan mulai membantu dengan masuk ke bond market, seperti Bond Stabilization Fund (BSF). Kita masih banyak uang nganggur, kita intervention bond market supaya yield-nya enggak naik terlalu tinggi,” ujar Purbaya di Kemenkeu, Jakarta.

Menurutnya, lonjakan yield obligasi berisiko menimbulkan capital loss bagi investor asing yang memegang surat utang pemerintah Indonesia. Jika kondisi itu terjadi, investor dikhawatirkan hengkang dari pasar domestik dan semakin menekan rupiah.

“Kalau yield-nya naik terlalu tinggi artinya apa? Asing yang pegang bond di sini kan ada capital loss, dia akan keluar. Jadi kita kendalikan itu supaya asing enggak keluar, atau malah masuk kalau yield-nya membaik, sehingga rupiah akan menguat,” tegasnya.

Purbaya memastikan pemerintah masih memiliki ruang fiskal untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Namun, seluruh dana BSF belum akan diaktifkan sekaligus.

“Besok mulai jalan, tapi belum fund semuanya kita aktifkan,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah menilai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih aman meski rupiah bergerak jauh di atas asumsi dasar APBN 2025 sebesar Rp16.500 per dolar AS.

Menurut Purbaya, pemerintah sebelumnya telah menghitung skenario pelemahan rupiah di atas asumsi APBN sehingga dampaknya masih dapat diantisipasi.

“Pada waktu kita hitung itu, asumsinya (rupiah) sudah di atas asumsi APBN rupiahnya. Jadi APBN-nya masih relatif aman. Tapi kita akan kendalikan nilai tukar, kita akan coba membantu nilai tukar, kita membantu BI sedikit-sedikit kalau bisa,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan kewenangan utama menjaga stabilitas rupiah tetap berada di tangan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.

“Anda mesti tanya bank sentral. Tugas bank sentral hanya satu, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, dan kita serahkan itu ke ahlinya di sana, di bank sentral. Saya pikir mereka akan bisa mengendalikan dengan baik,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya