Berita

Partai Amanat Nasional (PAN). (Foto: Dokumentasi RMOL)

Hukum

Petinggi PAN Rejang Lebong Kembali Dipanggil KPK dalam Kasus Suap Proyek

SELASA, 12 MEI 2026 | 12:31 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Rejang Lebong kembali dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, pada Selasa, 12 Mei 2026, penyidik memanggil satu orang saksi untuk diperiksa di Gedung Merah Putih KPK.

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Selasa siang, 12 Mei 2026.


Saksi yang dipanggil adalah B Daditama selaku Wakil Ketua I DPD PAN Kabupaten Rejang Lebong. Ia sebelumnya juga pernah diperiksa penyidik pada Rabu, 22 April 2026.

B Daditama diketahui merupakan salah satu orang kepercayaan Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari. Ia juga sempat terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Dalam OTT yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026, KPK mengamankan 13 orang. Sebanyak sembilan orang kemudian dibawa ke Jakarta, yakni Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri, Kepala Dinas PUPRPKP Hary Eko Purnomo, serta sejumlah pihak swasta dan ASN.

Mereka di antaranya Irsyad Satria Budiman dari PT Statika Mitra Sarana, Edi Manggala dari CV Manggala Utama, Youki Yusdiantoro dari CV Alpagger Abadi, serta tiga ASN Dinas PUPRPKP yakni Rendy Novian, Santri Ghozali, dan B Daditama.

Dari OTT tersebut, KPK mengamankan barang bukti berupa dokumen, barang bukti elektronik (BBE), hingga uang tunai senilai Rp756,8 juta.

Setelah melakukan pemeriksaan intensif, KPK menaikkan perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni Muhammad Fikri Thobari, Hary Eko Purnomo, Irsyad Satria Budiman, Edi Manggala, dan Youki Yusdiantoro.

Dalam konstruksi perkara, KPK mengungkap adanya dugaan pengaturan proyek di Dinas PUPRPKP Pemkab Rejang Lebong dengan total anggaran mencapai Rp91,13 miliar pada tahun 2026.

Pada Februari 2026, Bupati Fikri, Hary Eko, dan B Daditama diduga menggelar pertemuan di rumah dinas bupati untuk membahas plotting rekanan proyek serta fee ijon sebesar 10 hingga 15 persen dari nilai pekerjaan.

Setelah itu, Bupati Fikri diduga menuliskan kode tertentu pada dokumen rekap pekerjaan fisik sebagai penanda rekanan yang akan mengerjakan proyek. Dokumen tersebut kemudian dikirim melalui pesan WhatsApp kepada B Daditama.

Permintaan fee ijon kepada para kontraktor diduga berkaitan dengan kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri.

KPK juga menemukan adanya kesepakatan antara Bupati Fikri dan Hary Eko dengan tiga rekanan, yakni Irsyad, Edi Manggala, dan Youki, terkait pengerjaan proyek di Dinas PUPRPKP.

Setelah adanya penunjukan tersebut, diduga terjadi penyerahan uang fee atau ijon dari para rekanan kepada Bupati Fikri melalui sejumlah perantara dengan total mencapai Rp980 juta.

Pada 26 Februari 2026, Edi Manggala dari CV Manggala Utama menyerahkan Rp330 juta melalui Hary Eko. Uang itu disebut terkait proyek pembangunan pedestrian, drainase, dan sports center senilai Rp9,8 miliar.

Selanjutnya, pada 6 Maret 2026, Irsyad dari PT Statika Mitra Sarana menyerahkan Rp400 juta melalui Santri Ghozali terkait proyek jalan senilai Rp3 miliar.

Pada hari yang sama, Youki dari CV Alpagger Abadi juga menyerahkan Rp250 juta melalui Rendy Novian terkait proyek penataan bangunan dan kawasan stadion sepak bola senilai Rp11 miliar.  

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya