Berita

Ketua Majelis Syura, Amien Rais. (Foto: Istimewa)

Politik

Soroti Pernyataan Amien Rais, FOKSI Ingatkan Pentingnya Etika Demokrasi

SELASA, 12 MEI 2026 | 08:18 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, terkait Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menuai kecaman dari Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Santri Indonesia (DPP FOKSI).

Ketua Umum DPP FOKSI, Muhammad Natsir, menilai pernyataan yang disampaikan Amien Rais melalui kanal digital pribadinya sudah berlebihan karena turut menyinggung Presiden Prabowo Subianto dan mengaitkannya dengan Seskab Teddy Indra Wijaya.

“Berangkat dari nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan tradisi keilmuan santri yang menjunjung tinggi prinsip tabayyun atau klarifikasi, kami memandang bahwa informasi yang disampaikan ke publik harus berbasis fakta dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Natsir dalam keterangannya dikutip redaksi di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.


Natsir mengatakan, pernyataan Amien Rais telah memicu respons pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Menurutnya, pemerintah menilai konten tersebut terindikasi memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter, serta serangan personal yang tidak memiliki dasar fakta yang jelas dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Ia juga menyoroti narasi yang berkembang dalam pernyataan Amien Rais karena dinilai tidak mencerminkan prinsip kehati-hatian dalam komunikasi publik dan berpotensi mengarah pada penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Dalam perspektif etika komunikasi dan nilai keislaman, FOKSI menegaskan penyebaran dugaan yang belum terbukti kebenarannya terhadap individu tertentu merupakan bentuk fitnah yang harus dihindari,” katanya.

Meski demikian, Natsir menegaskan bahwa FOKSI tetap mendukung kebebasan berpendapat sebagai bagian penting dalam sistem demokrasi yang harus dijaga. Namun, menurutnya, kebebasan berpendapat juga harus disertai tanggung jawab etis dan hukum serta tidak melanggar kehormatan pihak lain.

“Kami mengajak semua pihak sebagai bentuk komitmen santri untuk menjaga persatuan nasional, merawat akhlak publik, serta memperkuat demokrasi yang beradab,” tutup Natsir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya