Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Ditutup Menguat Tipis Berkat Saham AI

SELASA, 12 MEI 2026 | 08:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat mencatatkan pergerakan positif berkat munculnya optimisme besar terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) meski pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta kenaikan harga minyak dunia.

Dikutip dari Reuters, Selasa 12 Mei 2026, pada penutupan perdagangan Senin, indeks Dow Jones naik 95,31 poin atau 0,19 persen ke level 49.704,47. 

Indeks S&P 500 juga menguat 0,19 persen menjadi 7.412,84, sementara Nasdaq Composite naik 0,10 persen ke 26.274,13. Kenaikan ini kembali membawa S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor penutupan tertinggi baru.


Sektor semikonduktor menjadi motor utama penguatan pasar. Indeks PHLX Semiconductor melonjak 2,6 persen, menandakan antusiasme investor terhadap saham-saham AI masih sangat kuat. Analis strategi investasi Baird, Ross Mayfield, mengatakan euforia terhadap saham AI dan infrastruktur chip kini bergerak sangat agresif dan hampir tidak lagi dipengaruhi sentimen berita harian.

Namun, tidak semua pihak optimistis reli saham teknologi akan terus berlanjut. Investor terkenal Michael Burry, yang dikenal sukses memprediksi krisis finansial 2008, memperingatkan pasar saham berpotensi mengalami kejatuhan besar. Dalam unggahannya di Substack, Burry menyebut reli saham teknologi tahun 2026 bisa berakhir buruk dan mengatakan “pasar sudah terlalu berlebihan.”

Dari sisi saham individual, Intel melonjak 3,6 persen setelah sebelumnya naik 14 persen pada Jumat lalu menyusul laporan adanya kesepakatan awal produksi chip dengan Apple. Sementara itu, Qualcomm melesat 8,4 persen hingga mencetak rekor tertinggi baru.

Saham media Fox Corporation juga naik 7,6 persen setelah pendapatan kuartalnya melampaui perkiraan pasar.

Sebaliknya, saham maskapai penerbangan justru tertekan akibat kenaikan harga minyak yang dikhawatirkan memangkas margin keuntungan. Saham Southwest Airlines, Delta Air Lines, Alaska Air Group, dan United Airlines turun antara 2,9 persen hingga 4,4 persen.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya