Berita

Presiden AS Donald Trump (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Fox News)

Dunia

Trump Sebut Proposal Iran Dokumen Sampah, Gencatan Senjata di Fase Kritis

SELASA, 12 MEI 2026 | 07:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan upaya gencatan senjata dengan Iran kini berada dalam “kondisi kritis” setelah Teheran mengirim proposal terbaru yang ia sebut sebagai “dokumen sampah.” 

Berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih sehari setelah ia menolak proposal gencatan senjata permanen dari Iran, Trump menyebut kesepakatan tersebut sangat rapuh. 

“Gencatan senjata itu sangat lemah. Saya akan menyebutnya yang terlemah saat ini, setelah membaca dokumen sampah yang mereka kirimkan kepada kami,” kata Trump, dikutip dari Al-Jazeera, Selasa 12 Mei 2026.


Ia bahkan mengaku belum selesai membaca seluruh isi proposal tersebut.

Trump mengklaim bahwa sebelumnya para negosiator Iran sempat menyampaikan secara lisan bahwa mereka siap menyerahkan cadangan uranium dengan pengayaan tinggi milik Teheran kepada AS. Namun, menurut Trump, komitmen itu tidak dimasukkan ke dalam proposal resmi yang dikirim Iran pada akhir pekan lalu.

“Dua hari lalu mereka berkata, ‘Kalian harus menerimanya.’ Kami akan melanjutkan pembicaraan dengan mereka. Tetapi mereka berubah pikiran karena mereka tidak menuliskannya di dokumen,” ujar Trump.

Ia juga mengatakan Iran sempat memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan mengembangkan senjata nuklir dalam jangka waktu lama, tetapi janji tersebut juga hilang dari proposal resmi. Pernyataan ini memunculkan pertanyaan karena sebelumnya Trump selalu menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir “untuk selamanya.”

Meski begitu, Trump masih yakin kesepakatan bisa tercapai dengan pemerintahan Iran saat ini. Ia menggambarkan ada kelompok moderat di dalam rezim Iran yang ingin mencapai perdamaian, namun ada juga pihak yang menurutnya ingin terus melanjutkan konflik.

Menanggapi kritik bahwa dirinya tidak memiliki strategi jelas terhadap Iran, Trump berkata, “Saya punya rencana. Rencana itu adalah Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.”

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump juga mengatakan rezim Iran pada akhirnya “akan menyerah” dalam perundingan dengan AS.

Selain soal diplomasi, Trump menyatakan sedang mempertimbangkan kembali operasi militer untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Operasi bernama “Project Freedom” itu sempat dihentikan pekan lalu, hanya sehari setelah dimulai. Trump mengatakan jika operasi itu dilanjutkan, maka langkah tersebut hanya akan menjadi “satu bagian” dari operasi militer yang lebih besar.

Ketika ditanya apakah ia akan menargetkan lapisan kepemimpinan Iran lainnya jika diplomasi gagal, Trump menjawab singkat.

“Saya akan menghadapi mereka sampai mereka membuat kesepakatan," ujarnya.

Di Washington, Trump juga menggelar rapat keamanan tingkat tinggi di Situation Room Gedung Putih untuk membahas langkah selanjutnya terkait Iran. Pertemuan itu dihadiri Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Direktur CIA John Ratcliffe, hingga utusan khusus Steve Witkoff.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Jaga Energi dan Cairan, Tantangan 14.000 Pelari Maybank Marathon 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25

Bawa Hasil Riset UGM ke Bursa, SWAP Bidik Dana Segar Rp45 Miliar Lewat IPO\

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14

BEI Agendakan RUPSLB, Catat Syarat Kehadirannya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:21

ASBI Laporkan Dugaan Penggelapan ke BEI-OJK, Enam Pihak Jadi Terlapor

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:03

Hasil Penelitian Ungkap Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02

Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Puluhan Relawan ke Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:42

PAN Launching Lapor PAN dan PANsar Murah

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:27

Pertina Bawa Polemik Legalitas ke PTUN dan PN Jakpus

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:14

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT di KRI

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:02

Selengkapnya