Berita

Pengiriman hewan kurban asal Nusa Tenggara Barat. (Foto: Istimewa)

Nusantara

NTB Kirim 27 Ribu Lebih Sapi Kurban, Mayoritas Tujuan Jabodetabek

LAPORAN: HANS ABDULLAH*
SENIN, 11 MEI 2026 | 22:23 WIB

Pengiriman hewan kurban asal Nusa Tenggara Barat mengalami peningkatan signifikan jelang hari raya Iduladha 2026. Total hewan kurban yang telah dikirim keluar daerah mencapai 26.904 ekor.

Mayoritas pengiriman masih didominasi tujuan Jabodetabek dengan jumlah mencapai 24.779 ekor. Sementara sisanya dikirim ke wilayah Kalimantan dan Lampung.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhamad Riadi mengatakan, jumlah pengiriman tahun ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


“Kalau tahun 2025 lalu total pengiriman sekitar 25 ribuan ekor dan yang ke Jabodetabek sekitar 23 ribu ekor. Tahun ini meningkat karena permintaan juga meningkat,” kata Riadi, Senin 11 Mei 2026.

Pengiriman ternak dilakukan melalui Pelabuhan Gili Mas menggunakan kapal Mutiara Ferindo, Sentosa 3, dan Mutiara Barat menuju Banyuwangi. Setelah itu distribusi dilanjutkan melalui jalur darat ke wilayah Jabodetabek.

Riadi menjelaskan, daerah pemasok sapi terbesar berasal dari Pulau Sumbawa, terutama Kota Bima, Dompu, dan Kabupaten Sumbawa.

“Sapi yang dikirim paling banyak berasal dari Bima, Dompu, Kota Bima, dan Sumbawa. Detailnya Kota Bima mencapai 15.363 ekor, kemudian Dompu sekitar 8.000 ekor dan sisanya dari Sumbawa,” ujarnya.

Jenis sapi yang paling dominan dikirim yakni sapi Bali. Selain itu terdapat pula sapi Ongole dan sapi eksotis seperti limosin, simental, serta brahma.

Menurut Riadi, proses pengiriman tahun ini berjalan lebih tertib dan aman tanpa adanya laporan kematian ternak selama proses distribusi berlangsung. 

“Tahun lalu ada enam ekor mati karena terjepit akibat terlalu banyak diisi dalam satu truk,” katanya.

Riadi memastikan proses distribusi ternak tahun 2026 berjalan lebih tertib dan aman setelah pemerintah memperketat pengawasan pengangkutan dengan membentuk satgas khusus untuk mengatur kapasitas ternak di setiap truk pengangkut.

“Sekarang diperketat. Ada satgas yang mengatur jumlah sapi di dalam truk pengangkut. Sehingga tidak ada satupun sapi yang mati,” pungkas Riadi.
*Kontributor Nusa Tenggara Barat

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya