Presiden Prabowo Subianto di Pulau Miangas, Sulawesi Utara, pada Sabtu, 9 Mei 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk membangun Kampung Nelayan Merah Putih di Pulau Miangas, Sulawesi Utara.
Instruksi itu disampaikan Prabowo saat kunjungan Presiden ke wilayah terluar Indonesia tersebut pada Sabtu 9 Mei 2026.
Pulau Miangas bukan wilayah biasa. Pulau kecil di utara Sulawesi itu merupakan salah satu titik paling strategis Indonesia karena berbatasan langsung dengan Filipina dan berada di jalur penting kawasan Pasifik.
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai langkah Prabowo membangun Kampung Nelayan Merah Putih di Miangas merupakan strategi besar yang memadukan pendekatan ekonomi, pertahanan, dan geopolitik sekaligus.
Menurut Amir, selama ini kawasan perbatasan sering hanya dipandang sebagai wilayah administratif. Padahal dalam praktik geopolitik modern, kawasan terluar merupakan benteng awal pertahanan nasional.
"Dalam konteks geopolitik Indo-Pasifik, negara yang kuat bukan hanya negara yang memiliki militer besar, tetapi juga masyarakat perbatasan yang kuat, loyal, dan sejahtera,” kata Amir, dikutip Senin 11 Mei 2026.
Ia menjelaskan, negara-negara besar saat ini tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan militer konvensional untuk menjaga wilayahnya. Mereka menggunakan pendekatan
human security atau keamanan berbasis kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks itu, nelayan menjadi elemen penting pertahanan nasional.
Amir memandang nelayan sesungguhnya adalah “mata dan telinga negara” di laut. Mereka berada di garis depan, melihat langsung aktivitas kapal asing, pergerakan ilegal, penyelundupan, pencurian ikan, hingga potensi infiltrasi lintas batas.
“Nelayan adalah aktor sosial yang menjaga eksistensi negara di laut. Jika nelayan sejahtera, mereka akan menjadi kekuatan pertahanan sipil yang sangat penting,” kata Amir.
Lanjut Amir, kebijakan Prabowo tersebut menunjukkan adanya perubahan paradigma dalam pembangunan wilayah perbatasan. Jika sebelumnya pendekatan pemerintah cenderung administratif dan simbolik, kini mulai bergerak pada penguatan ekonomi masyarakat lokal sebagai fondasi pertahanan.
“Kalau Miangas berhasil dibangun menjadi kampung nelayan modern yang maju dan sejahtera, maka itu akan menjadi simbol bahwa Indonesia mampu menjaga perbatasannya melalui kekuatan rakyat,” pungkas Amir.