Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Variatif: Kospi-Kosdaq Menghijau

SENIN, 11 MEI 2026 | 08:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks saham Asia bergerak beragam pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026, di tengah lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Investor cenderung berhati-hati setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Bursa Korea Selatan menjadi sorotan utama di kawasan Asia. Indeks Kospi melonjak hingga 3,67 persen saat pembukaan dan mencetak rekor tertinggi baru. Penguatan ini membuat Kospi menjadi indeks dengan kenaikan terbesar di Asia pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks saham perusahaan kecil Kosdaq juga ikut menguat.


Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik sekitar 0,81 persen, sedangkan indeks Topix menguat 0,32 persen. Sentimen positif di pasar Jepang muncul meski investor masih memantau perkembangan konflik Timur Tengah dan dampaknya terhadap harga energi global.

Sebaliknya, pasar Australia bergerak melemah. Indeks S&P/ASX 200 turun sekitar 0,71 persen akibat kekhawatiran kenaikan harga minyak dapat meningkatkan tekanan inflasi dan biaya energi.

Pasar China cenderung stagnan. Indeks Shanghai Composite bergerak tipis di zona merah, sedangkan kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong menunjukkan potensi pelemahan saat perdagangan dibuka.

Kenaikan harga minyak menjadi perhatian utama investor global. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik lebih dari 3 persen ke level sekitar 98 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah Brent juga melonjak di atas 104 Dolar AS per barel.

Lonjakan harga minyak dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, terutama jika Iran benar-benar menutup Selat Hormuz. Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute perdagangan minyak paling penting di dunia.

Ketegangan meningkat setelah Iran mengajukan proposal baru kepada negosiator AS untuk menghentikan perang dan meminta pencabutan sanksi terhadap Teheran. Namun, Trump menolak proposal tersebut dan menyebut respons Iran “sama sekali tidak dapat diterima”.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa perang dengan Iran “belum berakhir”. Pernyataan itu memperkuat kekhawatiran pasar bahwa konflik di Timur Tengah masih berpotensi meluas.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya