Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq. (Foto: Dokumentasi Fraksi Golkar)

Politik

Legislator Golkar Minta Nakes Proaktif Layani Jemaah Haji

SENIN, 11 MEI 2026 | 04:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia menjadi penanda dimulainya fase penting dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. 

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ranny Fahd Arafiq menekankan pengawasan terhadap kualitas layanan kesehatan harus terus dilakukan secara konsisten. 

“Kelancaran ibadah sangat bergantung pada kondisi kesehatan jemaah haji. Ini yang harus kita jaga sejak awal sampai seluruh rangkaian ibadah selesai,” ujar Ranny dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 10 Mei 2026.


Legislator dari Dapil Kota Depok dan Bekasi ini mengingatkan tantangan utama yang dihadapi jemaah tidak hanya berasal dari perjalanan panjang, tetapi juga dari kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang dapat berdampak langsung pada daya tahan tubuh, terutama bagi jemaah lanjut usia dan kelompok risiko tinggi.

Dalam kondisi tersebut, Ranny mendorong tenaga kesehatan (nakes) untuk tidak hanya menunggu laporan, tapi aktif memantau kondisi jemaah secara langsung di pemondokan.

“Pendekatannya harus proaktif. Jangan tunggu jemaah datang dengan keluhan, tapi pastikan kondisi mereka dipantau secara berkala,” tegasnya.

Selain pemantauan, Ranny menilai edukasi kesehatan juga menjadi bagian penting yang perlu terus diperkuat, terutama terkait pencegahan dehidrasi, kelelahan, dan deteksi dini penyakit yang berpotensi memburuk selama pelaksanaan ibadah.

Menurut Waketum PP KPPG ini, skrining kesehatan yang telah dilakukan sejak masih di dalam negeri adalah langkah awal yang baik. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pengawasan lanjutan selama jemaah berada di lapangan.

“Pemeriksaan awal itu penting, tapi yang menentukan adalah bagaimana pengawasannya berjalan setelah jemaah tiba di Tanah Suci,” tegasnya lagi.

Bagi Ranny, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kelancaran proses, tetapi juga dari sejauh mana jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali dalam kondisi sehat.

“Kalau jemaah bisa beribadah tenang dan pulang dengan selamat, itu berarti sistemnya berjalan dengan baik,” pungkas Ranny.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya