Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: Dokumentasi RMOLJabar)
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bogor bukan sekadar parade budaya semata. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah besar Pemprov Jabar untuk memajukan seni dan budaya Sunda di Tanah Pasundan.
Komitmen itu disampaikan Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM saat menghadiri Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bertema “Nitis Wanci Batu Tulis” di Kota Bogor.
Kirab budaya tersebut dimulai dari Museum Pajajaran di Jalan Batutulis hingga berakhir di kawasan Lawang Suryakencana, disambut antusias ribuan warga.
KDM mengatakan, upaya memuliakan budaya Sunda tidak cukup hanya lewat seremoni kirab budaya, tetapi harus diwujudkan melalui penataan fasilitas seni dan ruang budaya yang representatif.
Salah satu langkah yang akan dilakukan Pemprov Jabar adalah memperbaiki Museum Pajajaran dengan anggaran mencapai Rp9 miliar.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penataan infrastruktur di sepanjang jalur budaya, mulai dari jalan, trotoar, taman hingga lampu penerangan.
“Penataan jalan, trotoar, lampu serta tamannya agar Pak Wali Kota fokus penataan kelurahan-kelurahan. Nanti namanya Palataran Binokasih,” ujar KDM dikutip
Kantor Berita RMOLJabar, Minggu, 10 Mei 2026.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur budaya menjadi bagian penting untuk menghadirkan ruang publik yang mampu menghidupkan kembali identitas dan kebanggaan masyarakat Sunda.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Jawa Barat terhadap penguatan budaya Sunda di Kota Bogor.
“Gubernur telah membawa Mahkota Binokasih mulai dari Sumedang hingga ke Kota Bogor hari ini,” kata Dedie.
Ia menilai, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk mengagungkan kembali warisan leluhur Sunda sekaligus menanamkan nilai budaya kepada generasi muda.
Sementara terkait rencana penataan fasilitas seni dan budaya, Pemkot Bogor disebut akan menyesuaikan perencanaan dan penganggaran sesuai aturan tata kelola pemerintahan.
Kirab budaya tersebut juga menghadirkan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake yang sebelumnya disimpan di Kerajaan Sumedang Larang.
Ribuan warga tampak memadati sepanjang jalur kirab untuk menyaksikan ragam pertunjukan seni tradisi dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Tak hanya itu, masyarakat juga disuguhi penampilan komunitas kampung adat hingga peserta kirab dari Jawa Tengah, Jakarta, dan Banten yang ikut memeriahkan perhelatan budaya tersebut.