Berita

Ketua Majelis Syura, Amien Rais. (Foto: Istimewa)

Politik

Amien Rais Siap Tanggung Risiko Hukum dan Agama soal Seskab Teddy

SABTU, 09 MEI 2026 | 18:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

 Ketua Majelis Syura, Amien Rais siap menanggung segala risiko atas pernyataannya terkait Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Majelis Syuro Partai Ummat, Ustaz Idrus Sambo mengatakan, pernyataan Amien Rais bukanlah tuduhan dalam konteks pidana maupun fitnah sebagaimana istilah “liwath” dalam perspektif agama Islam.

“Saya yakin betul. Bisa dibuktikan. Dalam bahasa agama namanya ‘liwath’ itu kalau kita menuduh orang, kamu liwath, itu harus bawa 4 orang saksi yang melihat betul, nah itu baru betul kalimat itu. Jadi ini hal yang berbeda,” kata Idrus dalam diskusi Obor Rakyat Reborn bertajuk “Antara Prabowo, Teddy, dan Amien Rais”, di Cikini, Menteng, Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026.


Menurut Idrus, yang disampaikan Amien Rais lebih mengarah pada penilaian mengenai orientasi seksual yang menurutnya dapat dilihat dari perilaku sehari-hari.

Menurutnya, orientasi seksual seseorang itu bisa kita lihat dari perilaku orang sehari-hari, bagaimana cara dia berbicara dan lain sebagainya.

Idrus mengklaim banyak pihak sebenarnya sudah mengetahui isu tersebut namun tidak berani menyampaikannya secara terbuka.

“Sebagian besar kita sudah tahu, cuma enggak berani ngomong. Makanya ketika Pak Amien ngomong, banyak yang kemudian menyambut,” tuturnya.

Ia menambahkan, tujuan Amien Rais menyampaikan hal tersebut semata-mata agar Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi di lingkungan pemerintahan.

Selain itu, Idrus juga menilai Presiden Prabowo perlu mendengar langsung suara rakyat tanpa adanya penyaringan informasi dari lingkungan sekitarnya.

“Prabowo harus mau mendengar suara rakyat yang selama ini banyak tersumbat, gak sampai, disortir gitu loh, ABS (Asal Bapak Senang) aja ini,” katanya.

Lebih jauh, Idrus pun menegaskan bahwa Amien Rais siap menghadapi konsekuensi atas ucapannya, baik secara hukum maupun agama.

“Pak Amien siap menanggung risiko atas apa yang diucapkan, baik secara hukum atau juga termasuk dari sisi agama,” pungkasnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya