Berita

(Foto: Dishub Kota Semarang)

Nusantara

Pemkot Semarang Pertegas Operasional Kendaraan Berat Jalur Silayur

SABTU, 09 MEI 2026 | 17:41 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah Kota Semarang memberikan perhatian serius terhadap penanganan keselamatan jalan di kawasan Silayur, Kecamatan Ngaliyan, yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan. 

Berdasarkan catatan data kepolisian selama enam tahun terakhir sejak 2020 hingga awal 2026, angka kecelakaan di jalur tersebut konsisten terjadi setiap tahun dengan dominasi kecelakaan maut yang merenggut korban jiwa akibat kegagalan pengereman kendaraan berat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan bahwa karakter jalan dengan kelandaian curam mencapai 13,2 persen menjadi faktor risiko utama bagi kendaraan bertonase besar. 


“Kawasan Silayur memang memiliki karakteristik tanjakan dan turunan ekstrem yang sangat panjang,” ujar Danang dalam keterangan tertulis, Sabtu 9 Sabtu 2026.

Menurutnya, kondisi geografis ini sering kali memicu kegagalan sistem pengereman pada truk yang melintas, sehingga berdampak pada pengguna jalan lain di sekitarnya.

Pemkot Semarang telah melakukan berbagai intervensi fisik mulai dari penebalan marka jalan, pemasangan pita kejut untuk mengontrol kecepatan, hingga pengadaan Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) tambahan. 

Selain itu, pemasangan portal pembatas kendaraan berat dan penutupan sejumlah titik putar balik (u-turn) strategis juga dilakukan guna mengurangi hambatan samping yang sering memicu kecelakaan.

Danang menegaskan bahwa pengawasan terhadap jam operasional kendaraan berat terus diperketat melalui penempatan petugas di titik-titik krusial. 

Dia juga mengimbau masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa, agar mulai beralih menggunakan layanan BRT Trans Semarang Koridor IV yang rutenya melintasi jalur tersebut.

“Penggunaan transportasi publik seperti BRT jauh lebih aman dibandingkan mengendarai sepeda motor di jalur curam ini,” tuturnya.

Peningkatan volume kendaraan akibat pertumbuhan kawasan industri di wilayah Semarang Barat turut menambah beban operasional jalur Silayur.

Danang menambahkan bahwa tindakan tegas akan diberikan kepada kendaraan yang melanggar aturan tonase maupun jam operasional yang telah ditetapkan.

“Kami tidak akan lelah melakukan pembenahan meskipun tantangan topografinya sangat sulit,” pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya