Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Dunia

UEA Diam-diam Selundupkan Minyak lewat Selat Hormuz

JUMAT, 08 MEI 2026 | 12:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Uni Emirat Arab (UEA) diam-diam mulai kembali mengirim minyak mentah melalui Selat Hormuz, dengan cara mematikan alat pelacak kapal tanker agar tidak terdeteksi dan terhindar dari potensi serangan Iran.

Menurut laporan Reuters yang dikutip Jumat 8 Mei 2026, sedikitnya empat kapal tanker berhasil membawa sekitar 6 juta barel minyak mentah jenis Upper Zakum dan Das keluar dari Teluk Persia selama April 2026. Pengiriman dilakukan oleh perusahaan minyak nasional UEA, Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC).

Berbeda dengan UEA yang tetap mencoba mengekspor minyak, beberapa negara Teluk lain seperti Irak, Kuwait, dan Qatar memilih menghentikan penjualan atau memangkas harga demi menarik pembeli. Arab Saudi bahkan lebih banyak mengalihkan pengiriman melalui Laut Merah.


Reuters menyebut ADNOC harus memangkas ekspor lebih dari 1 juta barel per hari sejak perang dimulai. Sebelum konflik, UEA mengekspor sekitar 3,1 juta barel minyak per hari.

Untuk menghindari pemantauan Iran, kapal tanker yang membawa minyak UEA berlayar dengan sistem identifikasi otomatis atau AIS dimatikan. Cara ini sebenarnya sering digunakan Iran untuk menghindari sanksi ekspor minyak dari AS.

Salah satu kapal tanker raksasa, VLCC Hafeet, diketahui memuat 2 juta barel minyak Upper Zakum pada 7 April dan keluar dari Selat Hormuz pada 15 April. Setelah keluar dari kawasan selat, muatan dipindahkan ke kapal tanker lain berbendera Yunani, Olympic Luck, sebelum dikirim ke kilang Pengerang di Malaysia.

ADNOC juga menggunakan metode transfer kapal ke kapal atau ship-to-ship (STS). Strategi ini memungkinkan minyak dipecah menjadi muatan lebih kecil agar lebih mudah dijual ke pembeli di Asia sekaligus membuat kapal tanker utama bisa segera kembali ke Teluk untuk mengambil muatan baru.

Sumber Reuters menyebut salah satu pengiriman minyak Upper Zakum bahkan terjual dengan premi sangat tinggi, mencapai 20 Dolar AS per barel di atas harga resmi ADNOC. Hal ini menunjukkan pembeli bersedia membayar mahal demi mendapatkan pasokan minyak di tengah gangguan perang.

Selain Malaysia, sebagian minyak UEA dikirim ke Korea Selatan dan sebagian lagi disimpan sementara di terminal Ras Markaz, Oman. Dua kapal tanker jenis Suezmax juga terdeteksi membawa masing-masing 1 juta barel minyak menuju Korea Selatan setelah berhasil melewati Selat Hormuz.

Risiko pengiriman tetap sangat tinggi. Pada Senin lalu, UEA menuduh Iran menggunakan drone untuk menyerang kapal tanker kosong ADNOC bernama Barakah saat melintasi Selat Hormuz.

Meski berbahaya, ADNOC disebut tetap berencana melanjutkan penjualan minyak dari wilayah Teluk. Perusahaan itu bahkan sudah memberi tahu sejumlah pembeli di Asia bahwa pengiriman minyak Das dan Upper Zakum untuk Mei dapat dilakukan melalui transfer kapal di luar Teluk, termasuk di Fujairah dan Sohar, Oman.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya