Berita

Mantan Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Publika

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

JUMAT, 08 MEI 2026 | 06:47 WIB

TANGGAPAN Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terhadap respons Jusuf Kalla (JK) terkait pelaporan dirinya atas dugaan penistaan agama tak kalah besarnya. 

Kenapa kesannya mengerucut menjadi pertarungan PSI dan JK? Karena aktor-aktor yang terlibat dalam kasus ini, memang tak bisa dilepaskan dari keduanya.

Misalnya, JK dituduh penyandang dana Roy Suryo cs, oleh mereka yang disinyalir pendukung Jokowi. 


JK mempolisikan mereka dan meminta Jokowi membuka saja ijazahnya, yang notabene simbolnya PSI. JK dipolisikan balik, atas video lamanya oleh mereka yang di belakangnya berbendera PSI juga.

Mulai dari penyerang, pelapor, termasuk pendegung seperti Ade Armando dan Grace Natalie, tidak bisa dilepaskan dari PSI. 

Ketua Harian PSI Ahmad Ali, awalnya mau mendamaikan anggotanya dengan JK, tapi JK keburu merespons serius mengumpulkan tokoh-tokoh konflik Poso dan Ambon di rumahnya.

Bukannya cepat mengantisipasi, malah seperti menantang balik bahwa laporan terhadap JK atas dugaan penistaan agama tak akan dicabut. 

Biarkan proses hukum berjalan. Maka, 40 organisasi Islam berkumpul di rumah JK, melaporkan Ade Armando, Grace Natalie, dan Permadi Arya, makin memanas.

Akhirnya, karena tak mau dikait-kaitkan dengan PSI, Ade Armando memilih mundur dari PSI, meski PSI sendiri sama sekali tak melihat apa yang dilakukan Ade Armando sebagai pelanggaran aturan partai. 

Bahkan, Grace Natalie yang merupakan wajah PSI, ditegaskan tidak akan didampingi secara hukum.

Begitu besar respons PSI, rela melepaskan sosok Ade Armando dan Grace Natalie, yang sudah jadi ikon PSI sejak berdiri, agar tidak dikaitkan dengan kasus yang dialami keduanya. 

Ada satu lagi, Abu Janda alias Permadi Arya, tapi ia bukan kader PSI. PSI serius ingin lepas dari citranya yang anti-Islam.

Ade Armando sendiri tak sadar mengatakan bahwa apa yang dilakukannya saat ini dan PSI adalah satu strategi. 

Tapi ia buru-buru merevisi diksi strategi itu bahwa ini memang serius dari dalam hati. 

Ia tak mau nama baik PSI rusak, karena dirinya pribadi. Entahlah apakah strategi ini akan berhasil atau tidak.

Citra keislaman JK memang sangat kuat. Kalau saja yang diserang dari JK bukan soal penistaan agama mungkin ceritanya akan lain. 

Alumni HMI, Ketua Dewan Masjid, tokoh perdamaian konflik Poso dan Ambon, orang Bugis-Makassar, lalu dituduh sebagai penista agama, tidak saja salah alamat, tapi dungu. Siapa yang percaya?

Erizal 
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya