Berita

Presiden RI Prabowo Subianto di KTT BIMP-EAGA, Filipina, Kamis, 7 Mei 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Global

Prabowo Ajak ASEAN Percepat Jaringan Energi Kawasan

KAMIS, 07 MEI 2026 | 20:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan langkah cepat dan terukur kepada negara-negara ASEAN untuk memperkuat ketahanan energi di tengah tekanan global yang semakin kompleks. 

Dalam pidatonya pada KTT Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Cebu, Filipina, Kamis, 7 Mei 2026, Prabowo menegaskan bahwa ancaman geopolitik dan gejolak internasional telah menjadikan isu energi sebagai prioritas mendesak.

“Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” ujar Prabowo.


Dia menyoroti besarannya potensi BIMP-EAGA sebagai poros energi terbarukan regional, ditopang sumber daya strategis mulai dari tenaga air di Borneo, energi surya di Palawan, energi angin pesisir, hingga lahan pertanian subur yang belum tergarap optimal.

Potensi tersebut, menurut Prabowo, harus segera diterjemahkan menjadi langkah nyata demi menopang kebutuhan subkawasan sekaligus mempercepat transisi energi ASEAN.

“Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” ucapnya.

Prabowo kemudian mengatakan saat ini Indonesia tengah bergerak agresif dalam pengembangan energi bersih, termasuk pembangunan tenaga surya 100 GW sebagai bagian dari strategi nasional

Lebih lanjut, Prabowo menekankan penguatan konektivitas kawasan melalui jaringan listrik seperti Trans Borneo Power Grid harus dipercepat guna menciptakan distribusi energi yang efisien dan merata. 

Namun, ia mengingatkan bahwa agenda besar tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan, transfer teknologi, dan sinergi lebih erat dengan para mitra pembangunan. 

“Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kita,” kata Presiden.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya