Berita

Logo Bakom RI.

Politik

Bakom Rangkul Homeless Media untuk Imbangi Kritik

KAMIS, 07 MEI 2026 | 16:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Langkah Badan Komunikasi Pemerintah RI menggandeng pelaku new media atau homeless media dinilai sebagai strategi pemerintah memperkuat penetrasi komunikasi publik di tengah pesatnya perkembangan media sosial.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai ada dua tujuan utama di balik langkah Bakom RI merangkul ekosistem media digital tersebut.

“Bisa dua hal. Pertama, Bakom sepertinya ingin mempercepat akselerasi segala hal capaian positif yang sudah dilakukan pemerintah yang selama ini lambat amplifikasinya,” kata Adi kepada RMOL, Kamis, 7 Mei 2026.


Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia itu, selama ini pemerintah dinilai kerap terlambat dalam memperluas distribusi narasi keberhasilan program-programnya di ruang digital yang bergerak sangat cepat.

Selain itu, Adi menilai kehadiran new media juga dapat menjadi penyeimbang terhadap derasnya kritik yang selama ini diarahkan kepada pemerintah di media sosial.

“Kedua, bisa menjadi medium narasi pembanding dari pihak-pihak yang selama ini keras mengkritik pemerintah,” ujarnya.

Ia melihat langkah tersebut merupakan respons Bakom terhadap perubahan pola komunikasi masyarakat yang kini sangat dipengaruhi media sosial dan platform digital berbasis komunitas.

“Sepertinya ini cara Bakom untuk merespons perkembangan medsos yang sangat luar biasa. Jadi, butuh penyeimbang yang bisa menyampaikan pesan-pesan apa pun dari pemerintah,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menyatakan pemerintah mulai menggandeng pelaku new media dalam wadah Indonesia New Media Forum untuk memperluas jangkauan komunikasi publik di era digital.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya