Berita

Mantan perwira CIA, John Kiriakou (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Tucker Carlson)

Dunia

Mantan Agen CIA Bongkar Isu Nuklir Iran: AS Sudah Bohongi Publik Selama 20 Tahun

KAMIS, 07 MEI 2026 | 08:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mantan perwira operasi dan analis di Central Intelligence Agency (CIA) John Kiriakou mengkritik keras kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Berbicara dalam wawancara panjang bersama Tucker Carlson, Kiriakou, yang pernah menangani isu kontra-terorisme dan Timur Tengah, menilai ketegangan Washington dengan Teheran selama ini banyak dibangun melalui narasi intelijen yang menurutnya tidak sepenuhnya jujur.

Kiriakou mengatakan isu program nuklir Iran terus digunakan sebagai alasan politik untuk mempertahankan tekanan terhadap Teheran. Ia menyebut selama bertahun-tahun Iran berulang kali dituduh sedang membangun senjata nuklir, namun klaim tersebut tidak pernah benar-benar terbukti. 


“Mereka sudah mengatakan Iran tinggal enam bulan lagi memiliki senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun,” ujar Kiriakou, dikutip Kamis, 7 Mei 2026.

Menurutnya, banyak informasi yang beredar di publik berasal dari operasi intelijen dan kepentingan geopolitik negara-negara tertentu di Timur Tengah. Kiriakou juga menyinggung peran Israel dalam membentuk opini publik AS terkait Iran. 

"Sebagian besar masyarakat AS tidak mendapatkan gambaran utuh mengenai situasi sebenarnya di kawasan tersebut," ujarnya.

Dalam percakapan itu, Kiriakou turut membahas dugaan operasi “false flag” dan praktik manipulasi informasi di lingkungan intelijen. Ia mengatakan operasi semacam itu bukan hal baru dalam sejarah dunia intelijen internasional. 

“Pemerintah berbohong. Badan intelijen juga berbohong. Memang itu yang mereka lakukan,” ujarnya.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya