Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Bursa Eropa

DAX Melesat 2,12 Persen Saat Harga Minyak Dunia Anjlok

KAMIS, 07 MEI 2026 | 07:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa ekuitas Eropa mencatatkan performa gemilang pada penutupan perdagangan Rabu 6 Mei 2026 waktu setempat. 

Indeks acuan STOXX 600 naik 2,22 persen ke level tertinggi sejak pertengahan April di posisi 623,25. 

Penguatan masif ini dipicu oleh munculnya optimisme global terkait potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diharapkan dapat meredakan ketegangan di kawasan Teluk. 


Sentimen positif tersebut secara otomatis meningkatkan gairah investor terhadap aset berisiko sekaligus menekan harga minyak mentah dunia hingga anjlok hampir 7 persen.

Kenaikan tajam terjadi secara merata di berbagai bursa utama kawasan. Di Prancis, indeks CAC 40 memimpin reli dengan lonjakan hampir 3 persen. 

Di Inggris, FTSE 100 ditutup menguat 2,15 persen atau 219,55 poin menjadi 10.438,66,  mencerminkan kepercayaan pasar yang kembali pulih

Sementara di Jerman, indeks DAX melesat 2,12 persen atau 516,99 poin menjadi 24.918,69.

Menurunnya harga minyak menjadi berkah tersendiri bagi sektor perjalanan dan wisata yang mencatatkan kenaikan tertinggi hingga 5,8 persen karena sensitivitasnya terhadap biaya energi, dan menjadi sektor dengan performa terbaik.

Sementara sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang terkoreksi akibat jatuhnya harga komoditas minyak.

Dari sisi sektoral, saham perbankan, industri, dan pertahanan memberikan kontribusi besar terhadap penguatan indeks secara keseluruhan. 

Saham BMW menguat 5,4 persen, sedangkan saham pPerusahaan farmasi Novo Nordisk naik 2,5 persen setelah meningkatkan proyeksi kinerja tahunan dan melampaui estimasi laba kuartal pertama.

Kondisi ini diperkuat oleh analisis dari UBS Global Wealth Management yang menilai bahwa meredanya isu geopolitik Iran memberikan dampak yang jauh lebih positif bagi pasar Eropa dibandingkan Amerika Serikat, terutama karena sensitivitas kawasan tersebut terhadap dinamika di Timur Tengah dan pengaruhnya terhadap inflasi.

Di pasar uang, ekspektasi terhadap kebijakan moneter juga bergeser seiring dengan penurunan probabilitas kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB) untuk pertemuan Juni mendatang.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya