Berita

Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari. (Foto: Humas PKB)

Politik

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

RABU, 06 MEI 2026 | 16:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Indonesia tidak boleh bersikap pasif dalam merespons perkembangan geopolitik global, khususnya terkait pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, yang menyatakan fase operasi militer utama terhadap Iran telah berakhir dan kini memasuki tahap lanjutan yang lebih bersifat diplomatik dan pengamanan strategis.

Menurut Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, pernyataan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai berakhirnya seluruh risiko konflik. 

Ia menilai situasi di kawasan Timur Tengah masih menyimpan potensi ketegangan yang dapat berdampak langsung terhadap stabilitas pasokan energi global, terutama pada jalur vital seperti Selat Hormuz, yang selama ini menjadi salah satu urat nadi distribusi minyak dunia.


“Indonesia tidak boleh lengah. Meskipun operasi militer dinyatakan selesai, risiko gangguan terhadap rantai pasok energi global tetap tinggi. Pemerintah harus membaca situasi ini secara strategis dan mengambil langkah antisipatif yang konkret,” ujar Ratna di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Ia menekankan, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, khususnya minyak mentah, menjadikan dinamika geopolitik global sebagai faktor yang sangat menentukan terhadap stabilitas ekonomi domestik. 

Fluktuasi harga minyak akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah, lanjutnya, berpotensi memberi tekanan terhadap APBN, inflasi, hingga daya beli masyarakat.

Dalam konteks tersebut, pemerintah didorong segera memperkuat ketahanan energi nasional melalui sejumlah langkah strategis. Pertama, mempercepat pembangunan cadangan energi strategis atau strategic petroleum reserve (SPR) guna mengantisipasi gangguan pasokan global.

Kedua, melakukan diversifikasi sumber impor energi agar tidak bergantung pada satu kawasan tertentu. Ketiga, mempercepat transisi menuju energi baru dan terbarukan guna mengurangi eksposur terhadap volatilitas harga minyak dunia.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran diplomasi energi yang lebih aktif, baik melalui kerja sama bilateral maupun forum multilateral, guna memastikan kepentingan nasional Indonesia tetap terlindungi di tengah dinamika global yang terus berubah.

Ratna turut mengingatkan bahwa selama ini kebijakan energi nasional cenderung bersifat reaktif terhadap gejolak global. Oleh karena itu, momentum pasca-deeskalasi konflik ini harus dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan struktural yang lebih berkelanjutan.

“Jangan sampai kita terjebak dalam euforia bahwa konflik telah mereda, sementara risiko sesungguhnya masih membayangi. Pemerintah harus bergerak dari pola reaktif menjadi antisipatif, dengan kebijakan yang berbasis pada ketahanan jangka panjang,” tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya