Berita

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM), Muhammad Qodari. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Kesehatan

Pemerintah Ubah Skema CKG, Warga Bisa Screening Kapan Saja

RABU, 06 MEI 2026 | 13:53 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah resmi mengubah skema program CKG dengan membuat layanan screening kesehatan lebih fleksibel. Kini, masyarakat tidak lagi harus menunggu hari ulang tahun untuk menjalani pemeriksaan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM), Muhammad Qodari, mengatakan kebijakan baru ini diterapkan agar penanganan kesehatan tidak tertunda, terutama jika ditemukan potensi masalah yang perlu segera ditindaklanjuti.

“Screening itu tidak lagi sekarang terikat pada hari ulang tahun,” kata Qodari di Jakarta, Rabu (6/5/2026).


Ia menjelaskan, hasil screening juga tidak perlu menunggu siklus tahunan berikutnya untuk ditindaklanjuti. Jika ditemukan persoalan kesehatan, proses penanganan dapat langsung dikoordinasikan dengan kementerian atau lembaga teknis terkait.

“Hasil screening tidak harus menunggu tahun depan atau giliran tahun depan. Terlalu lama nanti menunggu tahun depan kalau ada masalah-masalah,” ujarnya.

Namun, Qodari menegaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan penuh untuk menjelaskan aspek teknis lanjutan, termasuk terkait penanganan penyakit tertentu seperti Tuberkulosis. Karena itu, koordinasi akan dilakukan dengan kementerian teknis yang membidangi sektor kesehatan maupun pendidikan.

Ia memastikan pertanyaan dan masukan dari publik akan diteruskan agar dapat dijawab secara lebih rinci oleh kementerian terkait.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya