Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Emas dan Perak Kompak Terkoreksi di Tengah Spekulasi Suku Bunga

SELASA, 05 MEI 2026 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar logam dunia mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan Senin 4 Mei 2026 waktu setempat setelah eskalasi konflik di Timur Tengah memicu rentetan reaksi ekonomi global. 

Harga emas spot tercatat anjlok hingga 2 persen ke level 4.523,23 Dolar AS per ons, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup melorot lebih dalam sebesar 2,4 persen di posisi 4.533,30 Dolar AS. 

Pelemahan ini dipicu oleh serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz serta insiden kebakaran di pelabuhan minyak Uni Emirat Arab, yang menghancurkan harapan pasar akan stabilitas setelah gencatan senjata empat minggu sebelumnya.


Dikutip dari Reuters, Bart Melek, selaku Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, menjelaskan bahwa situasi terbaru ini merusak kepercayaan pasar dan membangkitkan kembali momok inflasi. Di saat yang sama, ketegangan geopolitik ini justru memberikan sinyal agresif terkait kebijakan suku bunga. 

Kondisi tersebut diperparah oleh lonjakan harga minyak Brent yang meroket lebih dari 5 persen serta penguatan nilai tukar Dolar AS. Karena emas diperdagangkan dalam denominasi Dolar, penguatan mata uang "greenback" membuat logam mulia ini menjadi jauh lebih mahal bagi investor global, yang pada akhirnya memukul sisi permintaan secara signifikan.

Dampak domino dari lonjakan harga energi ini juga memperburuk kekhawatiran inflasi dunia, yang memperkuat spekulasi bahwa bank sentral tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. 

Lembaga keuangan Barclays bahkan memproyeksikan bahwa Federal Reserve tidak akan melakukan pelonggaran kebijakan moneter sepanjang tahun ini. Keputusan the Fed yang terbelah pekan lalu menunjukkan betapa seriusnya kekhawatiran otoritas moneter terhadap harga energi yang mulai merembes ke berbagai sektor ekonomi. 

Sentimen negatif ini merembet ke komoditas logam lainnya yang turut mengalami koreksi berjamaah. 

Harga perak terpantau menyusut tajam 3,2 persen ke level 72,95 Dolar AS per ons, sementara platinum melemah ke posisi 1.955,95 Dolar AS. Logam paladium juga tidak luput dari tekanan dengan penurunan sebesar 2,9 persen menjadi 1.481 Dolar AS. 

Saat ini, pelaku pasar cenderung bersikap waspada sembari menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk menentukan arah kebijakan ekonomi selanjutnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya