Berita

Aksi unjuk rasa mahasiswa yang digelar di kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat. (Foto: RMOL)

Politik

Ricuh di Kantor Gubernur NTB, Tiga Mahasiswa Dipukul Satpol PP

LAPORAN: HANS ABDULLAH*
SENIN, 04 MEI 2026 | 17:13 WIB

Aksi unjuk rasa mahasiswa yang digelar di kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, berlangsung ricuh. Tiga peserta aksi diduga mengalami kekerasan fisik hingga dibawa ke rumah sakit.

Aksi yang digelar oleh gabungan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mataram dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) awalnya berjalan tertib.

“Total ada tiga orang yang dipukul. Ada yang wajahnya dipukul, ada yang dicekik, dan ada juga yang ditendang oleh anggota Satpol PP," ujar Koordinator Aksi, Erwin Setiawan, Senin 4 Mei 2026.


Erwin menjelaskan, awalnya penyampaian orasi mereka berjalan tertib. Namun suasana tiba tiba berubah setelah pihak dari Satpol PP menarik salah seorang peserta aksi untuk dipisahkan dari kerumunan. Spontan cara tersebut memicu kemarahan massa aksi.

"Ricuhnya saat salah satu teman kami ditarik oleh Pol PP untuk dipisah dari massa aksi, lalu dipukul. Kami berusaha menyelamatkan kawan kami, dan di situlah terjadi kericuhan,” ujar Erwin.

Erwin menyebut, ketiga rekannya tersebut mengalami luka lebam di bagian wajah dan leher akibat pemukulan dan pencekikan. Sedangan satu mahasiswa lainnya mengalami memar di bagian kaki akibat diinjak-injak oleh Satpol PP.

Akibatnya, ketiga mahasiswa dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan medis.

Pantauan di lapangan, aksi mahasiswa ini membawa sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi NTB, di antaranya terkait kesejahteraan guru. 

Tepatnya, masih terdapat kesenjangan gaji antara guru di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. bahkan terdapat guru yang hanya menerima bayaran sekitar Rp200 ribu.

Selain itu, massa aksi juga menuntut perhatian serius pemerintah terhadap maraknya kasus pelecehan seksual di lingkungan pendidikan, baik di sekolah maupun pesantren.

“Kami meminta pemerintah provinsi bersikap tegas terhadap persoalan ini. Tetapi aksi kami malah dilawan dengan kekerasan," demikian Erwin.

*Koordinator Nusa Tenggara Barat

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya