Berita

Ketua MPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto (Situs PKS.id)

Politik

Pasar Bergejolak, PKS Desak Pemerintah Jaga Kredibilitas Fiskal

SENIN, 04 MEI 2026 | 11:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pelemahan nilai tukar Rupiah yang menembus Rp17.300 per Dolar Amerika Serikat pada 2 Mei 2026, disertai penurunan tajam IHSG dalam beberapa hari terakhir, dinilai perlu disikapi pemerintah secara bijak dan terukur.

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto, mendorong pemerintah untuk segera mengirimkan sinyal politik yang kuat, jelas, dan kredibel kepada pasar. Menurutnya, langkah ini penting guna menunjukkan komitmen dalam menjaga disiplin fiskal.

Ia menekankan pentingnya mempertahankan defisit APBN di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta memastikan independensi otoritas moneter tetap terjaga.


Mulyanto menilai, sinyal kebijakan yang terukur dan berbasis data akan menjadi fondasi utama dalam memulihkan kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Pasar harus dapat membaca komitmen yang kuat dan jelas dari pemerintah. Dengan begitu, mereka tidak ragu untuk mengambil sikap,” ujar Mulyanto dalam keterangannya, Senin, 4 Mei 2026.

Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret melalui koreksi kebijakan fiskal, salah satunya dengan mengevaluasi secara menyeluruh program belanja negara. Program sosial maupun proyek yang dinilai tidak efektif dan efisien perlu ditata ulang, bahkan jika perlu ditunda.

Menurutnya, kebijakan tersebut harus disertai dengan angka penghematan yang jelas agar pasar melihat keseriusan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan fiskal.

Mulyanto juga menilai sejumlah indikator ekonomi menunjukkan adanya koreksi persepsi pasar terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia. Hal ini tercermin dari pelemahan rupiah, tekanan di pasar saham, meningkatnya beban utang, hingga defisit APBN yang mendekati batas 3 persen PDB.

Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sekadar fluktuasi biasa atau semata akibat faktor eksternal. Sebaliknya, hal itu juga mencerminkan kekhawatiran terhadap disiplin fiskal domestik dan kualitas tata kelola ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Mulyanto menyoroti pentingnya penguatan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), khususnya di sektor keuangan. Otoritas terkait diminta memastikan transparansi, menertibkan praktik yang merusak integritas pasar, serta meningkatkan perlindungan terhadap investor.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut penting untuk mengembalikan kepercayaan lembaga pemeringkat global dan indeks saham internasional terhadap kredibilitas pasar modal Indonesia.

Pada akhirnya, ia menilai stabilitas ekonomi nasional sangat bergantung pada keberanian pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat dan berorientasi jangka panjang.

Dengan langkah politik yang tegas, terukur, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian, Indonesia dinilai masih memiliki peluang untuk keluar dari tekanan ekonomi dan kembali ke jalur pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya