Berita

Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais. (Foto: Istimewa)

Politik

Siaga 98 Nilai Pernyataan Amien Rais Bermuatan Hoaks dan Kampanye Hitam

MINGGU, 03 MEI 2026 | 11:40 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Simpul Aktivis Angkatan 98 (Siaga 98) merespons polemik yang muncul akibat pernyataan Amien Rais dalam sebuah video yang beredar di ruang publik dan menuai bantahan dari pemerintah.

Koordinator Siaga 98, Hasanuddin mengatakan, pernyataan Amien Rais tidak hanya menimbulkan kegaduhan, tetapi juga berpotensi merusak kualitas demokrasi jika tidak dilandasi fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami menegaskan bahwa penyebaran informasi hoaks merupakan tindakan yang mencederai akal sehat publik dan merusak kualitas demokrasi," kata Hasanuddin kepada RMOL, Minggu, 3 Mei 2026.


Bantahan terhadap narasi tersebut sebelumnya telah disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari.

Menurut Hasanuddin, kebebasan berpendapat di muka umum adalah hak konstitusional yang dijamin, namun harus dijalankan dengan tanggung jawab, berbasis fakta, dan menjunjung tinggi etika.

"Ketika kebebasan itu disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar, maka yang terjadi adalah pembusukan ruang publik dan hilangnya kepercayaan masyarakat," terang Hasanuddin.

Lebih lanjut, Siaga 98 menilai pola komunikasi yang digunakan Amien Rais mencerminkan praktik kampanye hitam atau black campaign yang tidak sehat dalam kehidupan berbangsa.

"Alih-alih menghadirkan kritik yang berbasis data dan argumentasi yang rasional, narasi yang dibangun justru bersifat personali, subjektif tendensius dan mengarah pada upaya mendelegitimasi kekuasaan yang sah melalui isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," jelas Hasanuddin.

Dalam pernyataannya, Siaga 98 juga menyoroti tudingan terhadap Teddy Indra Wijaya yang dinilai tidak berdasar dan cenderung menyerang personal.

"Kami menilai bahwa tudingan terhadap Teddy Indra Wijaya merupakan serangan yang tidak berdasar terhadap sosok muda yang memiliki kapasitas dan integritas. Teddy Indra Wijaya adalah figur yang menunjukkan dedikasi, kompetensi, dan loyalitas yang dibutuhkan dalam mendukung tugas-tugas kenegaraan Presiden Prabowo Subianto," tegas Hasanuddin.

Hasanuddin menambahkan, bahwa Teddy merupakan prajurit profesional dari Korps Baret Merah atau Kopassus yang telah ditempa dengan disiplin dan integritas tinggi, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan masyarakat sipil.

"Sebuah kualitas penting dalam membangun jembatan antara negara dan masyarakat dalam konteks demokrasi modern," lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Siaga 98 mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi.

"Demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh jika ruang publik diisi oleh kejujuran, integritas, dan penghormatan terhadap fakta," pungkas Hasanuddin.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya