Berita

Audiensi Serikat Buruh Indonesia Bersama Pimpinan DPR RI, Komisi IX, dan Komisi III pada Jumat, 1 Mei 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Reforma Agraria Mandek, DPR Akui Pansus Bergerak Lambat

JUMAT, 01 MEI 2026 | 13:06 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan reforma agraria yang dinilai masih jalan di tempat. 

Di tengah pembentukan pansus konflik agraria oleh DPR RI, kekerasan dan kriminalisasi terhadap petani serta masyarakat adat disebut masih terus terjadi.

Dalam forum audiensi bersama pimpinan DPR, Pimpinan Kolektif Gebrak dari Konsorsium Pembaruan Agraria, Dwi Kartika menyoroti kondisi di mana tanah dinilai masih terkonsentrasi pada kelompok tertentu. 


Gebrak mencatat, sejak Desember 2025 hingga April 2026 sedikitnya 22 petani dan masyarakat adat mengalami penembakan. Selain itu, ratusan orang disebut mengalami penganiayaan dan lebih dari 450 petani, masyarakat adat, hingga aktivis ditangkap saat mempertahankan tanah mereka.

“Artinya sejak dibentuknya pansus kami masih menunggu sebenarnya perubahan apa yang akan didorong untuk memastikan tidak ada lagi kriminalisasi dan kekerasan terhadap petani dan masyarakat adat,” ujar Dwi dalam forum tersebut.

Mereka juga menilai pemerintah belum menunjukkan langkah efektif dalam penyelesaian konflik agraria. Kritik bahkan diarahkan langsung kepada jajaran eksekutif yang dianggap tidak responsif terhadap persoalan di lapangan.

“Menteri-menteri yang ada tidak berfungsi Pak. Jadi kalau eksekutif kedap maka kami hanya bisa menyampaikan aspirasinya di DPR,” lanjutnya.

Gebrak mencontohkan berbagai konflik yang masih berlangsung, mulai dari penertiban kawasan hutan, sengketa konsesi perusahaan, hingga kriminalisasi masyarakat adat di sejumlah daerah. Mereka juga menyinggung dampak Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai tidak hanya merugikan buruh, tetapi juga memperbesar tekanan terhadap petani dan masyarakat adat.

Merespons kritik tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengakui kinerja pansus reforma agraria memang belum maksimal.

“Kami mengakui bahwa pansus jalannya agak pelan karena masih melakukan sinkronisasi-sinkronisasi,” kata Dasco.

Meski demikian, DPR memastikan pansus reforma agraria akan diperkuat pada masa sidang berikutnya. Dasco mengatakan pengawasan langsung nantinya akan dikendalikan pimpinan DPR dengan membentuk semacam “command center” bersama Komisi III untuk merespons cepat konflik di lapangan.

Menurutnya, selama ini DPR kerap terlambat menerima informasi terkait penangkapan, bentrokan, maupun konflik antara masyarakat dengan perusahaan. Karena itu, mekanisme respons cepat dinilai perlu dibentuk agar mitigasi bisa segera dilakukan.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa. Ia menyebut pansus saat ini masih fokus menyusun desain besar reforma agraria, termasuk mendata desa-desa yang masuk kawasan hutan serta menginventarisasi sengketa lahan yang bersifat komunal.

Saan mengatakan DPR juga tengah menyiapkan konsep “one map policy” atau satu kebijakan peta pertanahan agar konflik agraria tidak terus berulang. Selain itu, pembentukan badan pelaksana reforma agraria juga sedang dibahas.

Ia memastikan mulai masa sidang mendatang, pansus akan lebih fokus menangani konflik pertanahan yang melibatkan masyarakat luas, baik antara warga dengan korporasi maupun institusi negara.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya