Berita

Anggota Komisi V DPR Sudjatmiko. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Jalur Campur KRL dan KA Jarak Jauh Bahayakan Penumpang

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 16:08 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Sistem jalur kereta yang masih mencampur lintasan commuter dan kereta jarak jauh disorot keras usai kecelakaan maut di perlintasan sebidang. 

Komisi V DPR menilai jalur seperti itu seharusnya sudah dipisahkan penuh melalui sistem double-double track (DDT).

Anggota Komisi V DPR Sudjatmiko menegaskan bahwa jalur kereta yang melayani Commuter Line dan kereta antarkota wajib dibuat terpisah demi keselamatan perjalanan.


“Jadi terpisah, jalurnya terpisah,” kata Sudjatmiko kepada wartawan di Gedung DPR, Kamis 30 April 2026. 

Pernyataan itu sekaligus menjadi kritik terhadap sistem lintasan yang saat ini dinilai belum memenuhi standar keselamatan maksimal. Pasalnya, pembangunan DDT baru mencapai Bekasi, sementara lintasan menuju Cikarang masih digunakan bersama oleh KRL dan kereta jarak jauh.

Menurut Sudjatmiko, kondisi ideal seharusnya membuat perjalanan kereta komuter tidak lagi berbagi jalur dengan kereta antarkota berkecepatan tinggi maupun perjalanan jarak jauh.

“Memang bagusnya dan sempurnanya itu kalau double-double track sampai dengan Cikarang,” kata Sudjatmiko.

Sorotan juga mengarah pada dugaan masalah sistem persinyalan dalam insiden tersebut. Dalam paparan yang dibahas di Komisi V, KRL disebut sempat berhenti akibat gangguan namun masih berada di jalur yang akan dilalui KA Argo Bromo Anggrek.

Padahal, sistem persinyalan kereta menggunakan interlocking system yang seharusnya otomatis mengubah sinyal menjadi merah ketika jalur tidak aman.

Namun, masinis KA Argo Bromo Anggrek mengaku sinyal yang diterimanya justru menunjukkan kondisi aman atau hijau.

Jika keterangan itu benar, maka muncul indikasi adanya error pada sistem persinyalan. Sebaliknya, jika tidak, maka terdapat kemungkinan terjadi kesalahan pembacaan sinyal atau human error.

Kondisi tersebut dinilai janggal karena stasiun seharusnya menjadi titik paling aman dalam operasional kereta, mengingat pusat kendali perjalanan dan sistem persinyalan berada di area tersebut.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya