Berita

Ketua Dewan Pertimbangan PBB, Yusril Ihza Mahendra. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

PBB Usulkan Jalan Tengah Threshold, Jaga Representasi Partai Kecil

RABU, 29 APRIL 2026 | 13:21 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Partai Bulan Bintang mendorong formulasi “jalan tengah” dalam polemik parliamentary threshold pada revisi RUU Pemilu yang tengah dibahas di parlemen.

Partai non-parlemen itu menilai sistem pemilu proporsional tetap harus menjamin keterwakilan suara rakyat, tanpa membuat suara partai-partai kecil hilang akibat tingginya ambang batas parlemen.

Ketua Dewan Pertimbangan PBB, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan threshold seharusnya tidak semata-mata dipakai untuk menyederhanakan jumlah partai di DPR, tetapi juga mempertimbangkan aspek keadilan representasi politik.


Karena itu, PBB menawarkan skema baru berbasis jumlah kursi minimal pembentukan fraksi di DPR. Jika saat ini terdapat 13 komisi di DPR, maka partai yang memiliki minimal 13 kursi dapat membentuk fraksi sendiri.

Sementara partai yang gagal mencapai angka tersebut tetap diberi ruang melalui mekanisme penggabungan atau koalisi fraksi dengan partai lain hingga memenuhi syarat minimal.

“Kalau partai itu tidak mencapai 13 kursi, maka partai-partai itu dapat bergabung, minimal membentuk sebuah koalisi yang mempertahankan minimal 13 kursi,” kata Yusril di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Menurutnya, model itu bisa menjadi solusi kompromi agar tidak ada suara pemilih yang terbuang, sekaligus tetap menjaga efektivitas parlemen.

Ia menilai gagasan tersebut telah mendapat respons positif dalam komunikasi dengan sejumlah partai non-parlemen dan berpotensi menjadi solusi “jalan tengah” di tengah perdebatan soal besaran threshold nasional maupun daerah.

“Dengan demikian maka tidak ada suara yang hilang dan itu cukup adil bagi kita semua,” ujarnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya