Berita

BNI Catat Kinerja Solid Kuartal I 2026, Ditopang Fundamental Kinerja dan Transformasi Bisnis (Foto: Istimewa)

Bisnis

Laba BNI Tembus Rp5,6 Triliun, Transformasi BRAVE Perkuat Fundamental Bisnis

RABU, 29 APRIL 2026 | 12:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membukukan kinerja solid pada kuartal I 2026 dengan perolehan laba bersih mencapai Rp5,6 triliun. 

Capaian ini menjadi bukti resiliensi perseroan di tengah volatilitas global dan tekanan geopolitik di Timur Tengah yang memicu fluktuasi harga komoditas serta ketidakpastian suku bunga bank sentral dunia.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menegaskan bahwa hasil positif ini merupakan buah dari transformasi berkelanjutan dan penguatan fundamental yang dilakukan secara disiplin. 


“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” ujar Putrama, dalam keterangannya yang diterima redaksi, Rabu 29 April 2026.

Hingga Maret 2026, BNI mencatatkan pertumbuhan kredit yang signifikan sebesar 20,1 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp919,3 triliun. 

Ekspansi ini didukung oleh struktur pendanaan yang semakin sehat, di mana Dana Pihak Ketiga (DPK) khususnya dana murah atau CASA tumbuh agresif sebesar 26,6 persen YoY menjadi Rp731,6 triliun. 

Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan giro yang melonjak 39,7 persen dan tabungan sebesar 10,4 persen.

Keberhasilan menghimpun dana murah ini berdampak langsung pada efisiensi biaya dana (cost of funds), yang pada akhirnya memperkuat pendapatan bunga bersih (NII) perseroan sebesar 12,1 persen YoY. Selain itu, pendapatan non-bunga juga terkerek naik 12,6 persen didorong oleh masifnya transaksi melalui platform digital BNIdirect dan wondr by BNI yang kini telah melampaui 13 juta pengguna.

Penyokong utama pertumbuhan bisnis BNI yang melampaui rata-rata industri adalah inisiatif BRAVE (Branch, Region, Area, Value, Empowerment). 

Program yang dimulai sejak kuartal IV 2025 ini mereformasi peran lebih dari 1.700 kantor cabang sebagai titik penjualan utama (point of sale). Melalui pemberdayaan cabang dan peningkatan kapabilitas SDM, BNI berhasil meningkatkan pangsa pasar CASA dari 10,1 persen pada tahun lalu menjadi 11,3 persen di awal tahun 2026.

Untuk mendukung ruang ekspansi di masa depan, BNI juga mengambil langkah proaktif memperkuat permodalan melalui penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) sebesar 700 juta Dolar AS atau setara Rp11,9 triliun pada April 2026. 

Penerbitan ini mendapatkan respons sangat positif dari investor global dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 3,6 kali, yang mencerminkan tingginya kepercayaan pasar internasional terhadap prospek bisnis BNI.

Sebagai agen pembangunan, BNI menyelaraskan strateginya dengan prioritas pemerintah dalam Asta Cita, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi desa. Peran ini diwujudkan melalui dukungan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan solusi transaksi digital, serta pembiayaan sektor properti melalui Program 3 Juta Rumah.

Dari sisi kualitas aset, BNI menunjukkan perbaikan yang konsisten dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang terjaga di level 1,9 persen dan Loan at Risk (LaR) pada posisi 8,6 persen. 

Kondisi fundamental yang kuat ini juga tercermin dari rasio kecukupan modal (KPMM) yang berada di level 18,5 persen, memberikan bantalan yang cukup untuk menghadapi risiko sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi hijau melalui portofolio pembiayaan berkelanjutan.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya