Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

SELASA, 28 APRIL 2026 | 09:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pergerakan nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap sejumlah mata uang utama dunia di pasar uang New York ditutup dengan kecenderungan melemah tipis pada perdagangan Senin sore 27 April 2026 waktu setempat. 

Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati para investor yang sedang menantikan keputusan suku bunga terbaru dari Federal Reserve, di mana pasar saat ini berada dalam tekanan ketidakpastian geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. 

Konflik Iran dinilai masih menjadi faktor dominan yang menggerakkan volatilitas valuta asing global, ditambah dengan munculnya spekulasi mengenai pergantian pimpinan The Fed yang turut memengaruhi ekspektasi suku bunga ke depan.


Di pasar surat utang, imbal hasil US Treasury tenor dua tahun mengalami kenaikan sebesar 2,6 basis poin ke posisi 3,802 persen. 

Kenaikan yield ini menunjukkan adanya penyesuaian pasar terhadap prospek kebijakan moneter AS di masa mendatang. Sementara itu, mata uang euro dan poundsterling terpantau menguat secara terbatas, sedangkan yen Jepang bergerak stabil di level yang mendekati titik sensitif intervensi. 

Para pelaku pasar juga memprediksi bahwa Bank Sentral Eropa, Bank of England, serta Bank of Japan akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga mereka dalam rapat kebijakan mendatang. 

Kondisi tersebut membawa Indeks Dolar AS atau DXY melemah 0,18 persen menuju level 98,45.

Berdasarkan data kurs spot terakhir, pergerakan mata uang dunia menunjukkan dinamika yang beragam. 

Pada pukul 19.23 waktu New York, Euro berada di level 1,1723 dengan kenaikan tipis 0,02 persen. 

Satu menit setelahnya, yakni pukul 19.24, Yen Jepang berada di posisi 159,44 atau terkoreksi 0,01 persen, sementara Poundsterling tercatat di level 1,3537 dengan penguatan tipis 0,01 persen. 

Untuk mata uang regional, Yuan China berada di level 6,8267 pada pukul 14.59 waktu setempat setelah mengalami pelemahan 0,08 persen. Adapun nilai tukar Rupiah berdasarkan data pukul 03.59 pagi berada di level 17.211 per dolar AS, atau melemah 0,10 persen. Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve


RMOL. Pergerakan nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap sejumlah mata uang utama dunia di pasar uang New York ditutup dengan kecenderungan melemah tipis pada perdagangan Senin sore 27 April 2026 waktu setempat. 

Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati para investor yang sedang menantikan keputusan suku bunga terbaru dari Federal Reserve, di mana pasar saat ini berada dalam tekanan ketidakpastian geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. 

Konflik Iran dinilai masih menjadi faktor dominan yang menggerakkan volatilitas valuta asing global, ditambah dengan munculnya spekulasi mengenai pergantian pimpinan The Fed yang turut memengaruhi ekspektasi suku bunga ke depan.

Di pasar surat utang, imbal hasil US Treasury tenor dua tahun mengalami kenaikan sebesar 2,6 basis poin ke posisi 3,802 persen. 

Kenaikan yield ini menunjukkan adanya penyesuaian pasar terhadap prospek kebijakan moneter AS di masa mendatang. Sementara itu, mata uang euro dan poundsterling terpantau menguat secara terbatas, sedangkan yen Jepang bergerak stabil di level yang mendekati titik sensitif intervensi. 

Para pelaku pasar juga memprediksi bahwa Bank Sentral Eropa, Bank of England, serta Bank of Japan akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga mereka dalam rapat kebijakan mendatang. 

Kondisi tersebut membawa Indeks Dolar AS atau DXY melemah 0,18 persen menuju level 98,45.

Berdasarkan data kurs spot terakhir, pergerakan mata uang dunia menunjukkan dinamika yang beragam. 

Pada pukul 19.23 waktu New York, Euro berada di level 1,1723 dengan kenaikan tipis 0,02 persen. 

Satu menit setelahnya, yakni pukul 19.24, Yen Jepang berada di posisi 159,44 atau terkoreksi 0,01 persen, sementara Poundsterling tercatat di level 1,3537 dengan penguatan tipis 0,01 persen. 

Untuk mata uang regional, Yuan China berada di level 6,8267 pada pukul 14.59 waktu setempat setelah mengalami pelemahan 0,08 persen. Adapun nilai tukar Rupiah berdasarkan data pukul 03.59 pagi berada di level 17.211 per dolar AS, atau melemah 0,10 persen.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya