Berita

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) era Joko Widodo, Nadiem Makarim (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Tim Hukum Nadiem Siapkan Ahli Pidana hingga Forensik

SENIN, 27 APRIL 2026 | 16:16 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Tim kuasa hukum terdakwa Nadiem Makarim tetap melanjutkan persidangan dengan menghadirkan sejumlah ahli untuk memperkuat pembelaan, meski Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) era Joko Widodo itu tengah menjalani perawatan dan bersiap untuk operasi.

Kuasa hukum Dodi Abdulkadir mengatakan, pihaknya akan menghadirkan ahli pidana guna mengurai unsur kesengajaan dalam perkara tersebut.

“Kami akan mengajukan ahli pidana untuk menjelaskan bagaimana seseorang dapat dipidana dan bagaimana hakim membuktikan adanya kesengajaan,” kata Dodi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin 27 April 2026.


Selain itu, tim juga menyiapkan ahli audit forensik dan akuntansi forensik untuk menjelaskan metode perhitungan kerugian negara agar memenuhi standar pembuktian. 

Saksi fakta dari konsultan pajak juga akan dihadirkan untuk meluruskan dugaan misinterpretasi dalam laporan perpajakan.

“Dokumen pajak akan menjelaskan bahwa pengisian sudah sesuai prosedur,” kata Dodi.

Sementara itu, pengacara Nadiem lainnya, Arif Yusuf Amir menyebut waktu persidangan masih mencukupi meski terdapat batasan 120 hari, dengan mempertimbangkan kondisi terdakwa yang sedang sakit.

Di persidangan sebelumnya, Nadiem juga menghadirkan ahli pendidikan untuk menegaskan bahwa program digitalisasi pendidikan telah dirasakan langsung oleh guru, sekaligus membantah tudingan merugikan negara.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya