Berita

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: RMOL)

Bisnis

Gubernur BI Wanti-wanti Kondisi Dunia Tak Baik-baik Saja, RI Perlu Siaga

SENIN, 27 APRIL 2026 | 12:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti kondisi global masih berada dalam tekanan dan ketidakpastian tinggi yang berkepanjangan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengingatkan perekonomian dunia belum sepenuhnya pulih, bahkan menghadapi tantangan berlapis mulai dari perlambatan hingga ketidakpastian dalam waktu yang lama.

"Saat ini kita berada dalam situasi yang tidak mudah. Dunia sering kita katakan tidak baik-baik saja dan bahkan semakin tidak pasti. Kita tidak hanya menghadapi perlambatan tetapi juga dengan ketidakpastian yang tinggi dan terus berlanjut," kata Perry dalam National Policy Dialogue dan Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI) di Jakarta pada Senin, 27 April 2026.


Menurutnya, tekanan global tidak hanya berasal dari kebijakan tarif Amerika Serikat (AS), tetapi juga meningkatnya konflik geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah.

"Pada perekonomian global kita belum selesai juga berbicara mengenai kebijakan tarif tinggi oleh Amerika Serikat tapi kita dihadapkan pada geopolitik yang semakin memburuk," jelasnya.

Perry menegaskan, dampak konflik tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi mendorong lonjakan harga komoditas serta memperbesar tekanan eksternal terhadap ekonomi domestik.

"Dampak dari konflik geopolitik khususnya dari Timur Tengah sungguh perlu kita cermati dan kita waspadai bersama. Tidak hanya harganya yang tinggi tapi juga tingginya suku bunga di AS," tuturnya.

Selain itu, ia menyoroti risiko aliran modal keluar yang dapat menekan stabilitas ekonomi nasional.

"Demikian juga aliran modal keluar dan juga tekanan-tekanan bagi ekonomi kita untuk memperkuat ketahanan eksternal kita," lanjutnya.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Perry mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi guna menjaga ketahanan ekonomi Indonesia.

"Oleh karena itu mari kita tingkatkan sinergi dan koordinasi untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi konflik global yang tidak kondusif tersebut," tandasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya