Berita

Perkebunan Melon Hidroponik di perbukitan Pekon Muara Dua, Kabupaten Tanggamus, Lampung yang menjadi Program CID di PGE Area Ulubelu. (Foto: Humas Pertamina)

Bisnis

Pengembangan Panas Bumi Pertamina Turut Genjot Perekonomian Rakyat

SENIN, 27 APRIL 2026 | 04:44 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Pertamina (Persero) terus mengoptimalkan pengembangan energi panas bumi (geothermal) di luar sektor kelistrikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai sektor kehidupan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam pengembangan panas bumi dalam rangka mengakselerasi transisi energi sekaligus mendukung kemandirian energi nasional yang sejalan dengan Asta Cita Pemerintah.
 
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa sekitar 90 negara telah mengaplikasikan pemanfaatan panas bumi sebagai energi alternatif untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat. 

Pertamina NRE dan anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy, Tbk (PGE), sudah mulai melakukan diversifikasi dari bisnis panas bumi, tidak hanya di sektor kelistrikan tapi juga di luar kelistrikan (beyond electricity), antara lain hidrogen hijau dan kredit karbon.
 

 
Bukan itu saja, pengembangan panas bumi terbukti turut mendorong perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan secara langsung (direct use) maupun tidak langsung (indirect use).
 
“Sebagian besar pemanfaatan energi global berasal dari panas bumi, namun porsi penggunaannya dalam bentuk energi tenaga listrik. Inisiatif pengembangan beyond electricity PGE ini menjadi peluang besar bagi Indonesia yang memiliki potensi geothermal melimpah,” ujar Baron dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 26 April 2026.
 
Ia menambahkan, penggunaan energi panas bumi memiliki berbagai keunggulan, antara lain lebih efisien, rendah emisi, ramah lingkungan, serta mendukung keberlanjutan.
 
“Dengan cakupan pemanfaatan yang luas di berbagai sektor ekonomi masyarakat, energi panas bumi menjadi salah satu solusi paling efektif dalam mengoptimalkan energi terbarukan di sekitar Wilayah Kerja Geothermal Pertamina,” imbuhnya.
 
Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, menjelaskan bahwa saat ini panas bumi telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa melalui konversi listrik, baik secara langsung maupun tidak langsung.
 
“Uap panas bumi saat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar area panas bumi yang dikelola PGE melalui program pelibatan dan pengembangan masyarakat atau community involvement and development (CID), antara lain untuk perkebunan dan pertanian,” jelas Rika.
 
Salah satu program CID ikonik di PGE Area Kamojang, yaitu kopi geothermal. Program ini merupakan salah satu yang memanfaatkan uap panas bumi untuk pengeringan biji kopi, sehingga proses pengeringan menjadi lebih cepat dan tidak tergantung cuaca. 

Begitu juga program CID di PGE Area Ulubelu, yaitu perkebunan Melon Hidroponik di perbukitan Pekon Muara Dua, Kabupaten Tanggamus, Lampung yang memanfaatkan uap panas bumi untuk mengondisikan temperatur di dalam green house, agar pertumbuhan tanaman melon lebih optimal dan menghasilkan kualitas buah melon yang lebih baik.
 
Selain itu, di PGE Area Lahendong, Pertamina bekerja sama dengan PT Gunung Hijau Masarang dalam memanfaatkan fluida panas bumi untuk produksi gula aren yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
 
Di Lahendong juga, petani menggunakan Pupuk Booster Katrili, pupuk cair ramah lingkungan dan ekonomis yang dihasilkan dari endapan silika dari fluida panas bumi.  Produk ini diolah menggunakan teknologi mutakhir dan telah membantu masyarakat untuk menyuburkan tanaman dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama.
 
“Energi bersih tidak hanya untuk listrik. Ada banyak cara untuk mengoptimalkannya agar dirasakan langsung oleh masyarakat. Inovasi ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk menciptakan nilai tambah dari energi panas bumi demi mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan dan inklusif di Indonesia,” tutup Rika.
 
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).  
 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya