Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Harga Minyak Naik 16 Persen dalam Sepekan

SABTU, 25 APRIL 2026 | 08:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia terus mencatat kenaikan tajam sepanjang minggu, dipicu oleh kekhawatiran gangguan pasokan di tengah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dikutip dari Reuters, Sabtu 25 April 2026, pada penutupan perdagangan Jumat harga minyak mentah Brent berakhir di level 105,33 Dolar AS per barel, naik tipis sekitar 0,3 persen. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS justru turun 1,5 persen ke 94,40 Dolar AS per barel. 

Meski berbeda arah pada hari itu, secara mingguan keduanya melonjak signifikan, di mana Brent naik sekitar 16 persen dan WTI hampir 13 persen.


Pergerakan harga yang fluktuatif ini dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu kekhawatiran pasokan minyak dan peluang dimulainya kembali negosiasi antara AS dan Iran. Di awal perdagangan, harga sempat naik sekitar 2 persen akibat meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk aksi Iran yang menaiki kapal kargo di Selat Hormuz.

Namun, kenaikan harga tidak bertahan lama setelah muncul kabar diplomatik. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi, dilaporkan akan bertemu pihak AS untuk membahas kemungkinan dimulainya kembali perundingan. Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga mengirim utusan khusus ke Pakistan untuk membicarakan isu Iran.

Trump bahkan mengisyaratkan adanya langkah baru dari Iran dengan mengatakan, “Mereka sedang mengajukan penawaran dan kita harus lihat nanti,” yang memberi harapan akan meredanya konflik.

Meski begitu, situasi di lapangan masih tegang. Jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terganggu, dengan sangat sedikit kapal yang bisa melintas dalam 24 jam terakhir. Hal ini memperkuat kekhawatiran pasar akan terganggunya pasokan global.

Seorang analis dari perusahaan pialang minyak menyebut bahwa para pelaku pasar kini cenderung berhati-hati. Mereka mulai mengurangi posisi menjelang akhir pekan karena situasi yang sulit diprediksi, sambil menunggu perkembangan terbaru dari konflik Iran.

Ke depan, arah harga minyak akan sangat bergantung pada hasil negosiasi. Jika pembicaraan damai gagal dan konflik kembali memanas, harga minyak berpotensi naik lebih tinggi lagi, bahkan bisa mencetak rekor baru tahun ini. Sebaliknya, jika ada kemajuan diplomatik, tekanan terhadap harga bisa mulai mereda.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya