Berita

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Diplomasi Energi di Tengah Gejolak Global Tidak Mungkin Andalkan Bahlil

SABTU, 25 APRIL 2026 | 04:09 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun meyakini urgensi lobi-lobi di sektor energi dalam kondisi global seperti sekarang tidak bisa dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

"Bisa jadi kepala negara perlu hadir agar diskusi yang sifatnya strategis perlu dibuka dahulu oleh Kepala Negara. Baru lah perjanjian yang lain menyusul," ujar Rico kepada RMOL di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) ini  memandang, kelangkaan energi yang disebabkan pembatasan lintasan Selat Hormuz menjadi problem besar di banyak negara, termasuk Indonesia.


"Apalagi semenjak Donald Trump menjadi Presiden Amerika, tatanan global termasuk di dalamnya urusan aliansi, struktur politik ekonomi internasional, jadi goncang dan semakin tidak jelas," ungkap dia. 

Menurutnya, Trump telah merusak fungsi-fungsi struktur dan aturan internasional, mengingat sikapnya terhadap kawan aliansi semakin tidak jelas karena kecongkakannya melawan Iran.

"Contohnya, Trump sering pojokkan Uni Eropa dan NATO secara terbuka. Termasuk di dalam itu adalah soal jual beli energi," tutur Rico.

"Tiba-tiba Amerika angkat sanksi soal jual beli energi dari Rusia. Ini kan justru bingungkan negara Eropa yang memihak Ukraina," tambahnya.

Melihat situasi dan kondisi geopolitik global yang runyam itu, Rico memandang banyak turunan hal penting dalam kebijakan teknis yang perlu dinegosiasikan ulang.

"Dan understanding dalam level kepala negara," tegasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya